Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 55179-31-2

Bitertanol TCI B6034

Bitertanol TCI B6034

Identitas Kimia

Nama lain
1-([1,1'-Biphenyl]-4-yloxy)-3,3-dimethyl-1-(1H-1,2,4-triazol-1-yl)butan-2-ol · 3,3-Dimethyl-1-(4-phenylphenoxy)-1-(1,2,4-triazol-1-yl)butan-2-ol
No. CAS
55179-31-2
Rumus molekul
C20H23N3O2
Berat molekul
337.42 g/mol
Kemurnian
>95.0%(HPLC)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
3,3-dimethyl-1-(4-phenylphenoxy)-1-(1,2,4-triazol-1-yl)butan-2-ol
SMILES
CC(C)(C)C(C(N1C=NC=N1)OC2=CC=C(C=C2)C3=CC=CC=C3)O
InChIKey
VGPIBGGRCVEHQZ-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00055508
PubChem
CID 91656
Harga reguler Rp 1.087.800,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.087.800,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Bitertanol, dengan nomor CAS 55179-31-2, adalah senyawa organik yang sering digunakan dalam penelitian biologi sel dan nutrisi. Bahan ini memiliki struktur kimia yang unik dan memainkan peran penting dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium. Bitertanol digunakan sebagai pelarut, bahan bantu dalam sintesis senyawa organik, serta dalam studi metabolisme dan interaksi molekuler. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, bitertanol menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen ilmiah.

Bitertanol memiliki sifat non-polar yang membuatnya cocok untuk pelarut dalam berbagai jenis reaksi kimia. Bahan ini tidak mudah terurai dan memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik seperti etil asetat dan aseton. Karakteristik ini menjadikannya ideal untuk digunakan dalam penelitian yang memerlukan kestabilan kimia tinggi. Selain itu, bitertanol tidak beracun dalam dosis yang wajar, sehingga aman untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium yang terkendali.

Dalam konteks laboratorium Indonesia, bitertanol sering digunakan dalam penelitian bidang biologi sel dan nutrisi. Banyak institusi penelitian dan universitas di Indonesia memanfaatkan bahan ini untuk eksperimen yang berkaitan dengan metabolisme sel, sintesis senyawa organik, dan studi nutrisi. Ketersediaan dan kualitas bitertanol yang baik menjadikannya pilihan yang relevan bagi peneliti lokal.

  • Bitertanol digunakan sebagai pelarut dalam sintesis senyawa organik karena sifat non-polar dan daya larutnya yang baik.
  • Bahan ini cocok untuk studi metabolisme sel karena kemampuannya dalam memfasilitasi reaksi kimia dalam lingkungan sel.
  • Bitertanol sering digunakan dalam penelitian nutrisi untuk mempelajari interaksi antara nutrisi dan metabolisme tubuh.
  • Bahan ini dapat digunakan dalam analisis kualitatif dan kuantitatif senyawa kimia dalam sampel biologis.
  • Bitertanol memainkan peran penting dalam eksperimen biokimia yang memerlukan reaktivitas kimia yang terkendali.

Merek TCI
Nomor CAS 55179-31-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Cell Biology > Nutrition Research
Ukuran kemasan 1g, 5g
Bentuk fisik Padat (serbuk)
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering

Bitertanol harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah kelembapan dan kontaminasi. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap bahan kimia. Dalam penggunaan, pastikan area kerja bersih dan terkontrol. Hindari paparan langsung sinar matahari dan jauhkan dari sumber panas. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat menangani bahan ini.

  • European Food Safety Authority (2012). Reasoned Opinion on the Assessment of the consumer safety of the existing MRL for bitertanol in bananas. EFSA Journal doi:10.2903/j.efsa.2012.2599
  • European Food Safety Authority (2010). Conclusion on the peer review of the pesticide risk assessment of the active substance bitertanol. EFSA Journal doi:10.2903/j.efsa.2010.1850
  • Laing (2001). Possible bitertanol and fuberidazole poisoning in young pheasants. Veterinary Record doi:10.1136/vr.149.4.118

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.