Basic Orange 14 dari TCI adalah zat warna kationik dari golongan akridin, yang dalam literatur dikenal sebagai bentuk garam dari acridine orange. Pewarna ini sudah lama dipakai di laboratorium biologi, mikrobiologi, dan biokimia sebagai pewarna fluoresen. Senyawa ini dapat berinteraksi dengan asam nukleat dan kompartemen sel yang bersifat asam. Karena itu, Basic Orange 14 memiliki peran penting dalam teknik pewarnaan dan visualisasi sel dengan mikroskop fluoresensi, di samping pemakaiannya sebagai pewarna basa untuk keperluan umum.
Pewarna ini dipilih terutama karena sifat fluoresensinya yang khas. Warna emisi acridine orange dapat berbeda tergantung jenis asam nukleat atau lingkungan yang berikatan dengannya, sehingga peneliti dapat membedakan struktur sel tertentu dalam satu kali pewarnaan. Sebagai zat warna kationik, senyawa ini mudah tertarik ke struktur bermuatan negatif dalam sel. Bentuk garam padatnya praktis untuk dibuat menjadi larutan stok sesuai kebutuhan protokol. TCI menyediakan bahan ini dengan kualitas yang terdokumentasi, sehingga cocok untuk pekerjaan riset yang memerlukan konsistensi antar-batch.
Di Indonesia, Basic Orange 14 relevan bagi laboratorium mikrobiologi di universitas, laboratorium biologi sel, fasilitas riset kesehatan, dan laboratorium yang mempelajari interaksi zat warna dengan biomolekul. Bahan ini juga dapat dipakai dalam studi lingkungan, misalnya sebagai model zat warna untuk riset adsorpsi atau degradasi limbah pewarna tekstil, topik yang cukup banyak diteliti di dalam negeri. Kemasan 25 g memadai untuk pembuatan banyak larutan stok dalam jangka panjang.
- Pewarnaan fluoresen asam nukleat: pewarna akridin ini berinteraksi dengan DNA dan RNA, sehingga membantu visualisasi materi genetik dalam sel di bawah mikroskop fluoresensi.
- Deteksi mikroorganisme: acridine orange banyak dipakai untuk mewarnai bakteri dan mikroba lain pada sampel, sehingga sel mudah dihitung atau diamati secara fluoresen.
- Studi kompartemen asam dalam sel: sifat kationiknya membuat pewarna ini terakumulasi pada organel yang bersifat asam, sehingga berguna dalam riset biologi sel.
- Model zat warna pada riset lingkungan: sebagai pewarna kationik, senyawa ini cocok untuk menguji kinerja adsorben atau fotokatalis dalam studi pengolahan limbah pewarna.
- Kajian spektroskopi dan fotofisika: struktur akridin yang terkonjugasi memberi sifat absorpsi dan emisi yang menarik untuk dipelajari dalam kimia analitik maupun fisik.
| Merek | TCI (kode produk B6599) |
|---|---|
| Nomor CAS | 10127-02-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | TCI |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | padatan (zat warna dalam bentuk garam); rincian lengkap tersedia pada label dan CoA |
| Penyimpanan | tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, sesuai label produk |
Simpan pewarna dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya agar sifat fluoresensinya tetap terjaga. Larutan stok sebaiknya disimpan dalam botol gelap atau dibungkus aluminium foil. Karena senyawa akridin dapat berinteraksi dengan DNA, tangani bahan ini dengan hati-hati. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, lalu timbang di area berventilasi agar debu tidak terhirup. Baca SDS sebelum digunakan, dan buang limbah pewarna sesuai prosedur limbah kimia institusi.
- Wang dkk. (2009). Interaction of bovine serum albumin with Acridine Orange (C.I. Basic Orange 14) and its sonodynamic damage under ultrasonic irradiation. Dyes and Pigments doi:10.1016/j.dyepig.2008.07.013
- Hu dkk. (2017). Fe3O4 Magnetic Nanoparticles Modified with Sodium Dodecyl Sulfate for Removal of Basic Orange 21 and Basic Orange 22 from Complex Food Samples with High-Performance Liquid Chromatographic Analysis. Food Analytical Methods doi:10.1007/s12161-017-0878-2
- Ikram dkk. (2022). Biological Degradation of the Azo Dye Basic Orange 2 by Escherichia coli: A Sustainable and Ecofriendly Approach for the Treatment of Textile Wastewater. Water doi:10.3390/w14132063
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.





