1-(1H-Benzo[d]imidazol-2-yl)ethan-1-one, yang juga dikenal sebagai 2-asetilbenzimidazol, adalah senyawa heterosiklik yang menempatkan gugus keton metil langsung pada posisi 2 cincin benzimidazol. Di laboratorium kimia organik dan kimia koordinasi, senyawa ini berperan sebagai blok bangunan serbaguna karena menghadirkan dua wilayah reaktif sekaligus: karbonil yang siap bereaksi dengan nukleofil dan inti benzimidazol yang menyediakan atom nitrogen donor serta gugus NH pembentuk ikatan hidrogen. Kombinasi ini menjadikannya bahan awal yang praktis bagi berbagai jalur sintesis.
Sifat yang membuatnya banyak dipilih adalah keaktifan gugus karbonilnya yang diperkuat oleh cincin benzimidazol yang menarik elektron, sehingga reaksi kondensasi dengan amina, hidrazina, maupun hidroksilamina berlangsung dengan mudah untuk membentuk imina, hidrazon, dan oksim. Produk kondensasi tersebut umumnya merupakan ligan pengkelat yang sangat baik karena menggabungkan nitrogen benzimidazol dengan nitrogen imina yang baru terbentuk. Inti benzimidazol sendiri merupakan motif farmakofor yang mapan dan ditemukan pada banyak senyawa bioaktif, sehingga turunan yang dihasilkan menarik untuk diuji aktivitas biologisnya.
Di Indonesia, senyawa ini kerap digunakan pada laboratorium kimia organik, kimia anorganik, dan kimia medisinal di perguruan tinggi, khususnya untuk penelitian sintesis ligan, kompleks logam, serta penapisan senyawa antimikroba. Ketersediaan kemasan satu gram dan lima gram memberikan keleluasaan antara percobaan penjajakan skala kecil dan sintesis berulang ketika suatu rute reaksi sudah terbukti berhasil.
- Sintesis ligan basa Schiff, karena gugus keton berkondensasi dengan amina primer menghasilkan imina yang membentuk kelat stabil bersama nitrogen benzimidazol.
- Pembuatan hidrazon dan tiosemikarbazon, sebab reaksi dengan hidrazina serta turunannya berlangsung mudah dan menghasilkan senyawa yang menarik untuk uji aktivitas biologis.
- Sintesis kompleks logam transisi, mengingat turunan yang dihasilkan menyediakan set donor nitrogen yang sesuai untuk membentuk kompleks dengan geometri terdefinisi.
- Penelitian senyawa antimikroba dan antijamur, karena inti benzimidazol merupakan farmakofor mapan yang banyak dieksplorasi dalam pengembangan senyawa aktif baru.
- Bahan awal heterosiklus terfusi, sebab gugus asetil dapat diubah lebih lanjut melalui reaksi kondensasi maupun siklisasi menjadi sistem cincin yang lebih kompleks.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 939-70-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1 g, 5 g |
| Bentuk fisik | padatan; rujuk Certificate of Analysis lot untuk penampilan dan kemurnian |
| Penyimpanan | tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat, hindari kelembapan |
Simpan senyawa dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik serta terlindung dari cahaya langsung. Gugus NH benzimidazol cenderung menyerap uap air pada kondisi lembap, sehingga penyimpanan di dalam desikator dianjurkan agar penimbangan tetap akurat dan hasil reaksi tetap konsisten. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium saat menangani, serta timbang padatan di dalam lemari asam untuk mencegah terhirupnya serbuk halus. Jauhkan dari asam kuat, basa kuat, dan oksidator. Selalu baca Lembar Data Keselamatan Bahan sebelum digunakan.
—
![1-(1H-Benzo[d]imidazol-2-yl)ethan-1-one (CAS 939-70-8) - TCI B6769 - AMI Scientific](http://amiscientific.com/cdn/shop/files/TCI2510B6769.jpg?v=1769144611&width=1445)