Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 5872-08-2

(+/-)-10-Camphorsulfonic Acid, CAS 5872-08-2, TCI C0016

(+/-)-10-Camphorsulfonic Acid, CAS 5872-08-2, TCI C0016

Identitas Kimia

Nama lain
(+/-)-CSA
No. CAS
5872-08-2
PubChem
CID 18462·SID 87565227
Rumus molekul
C10H16O4S
Berat molekul
232.29 g/mol
Kemurnian
>98.0%(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
(7,7-dimethyl-2-oxo-1-bicyclo[2.2.1]heptanyl)methanesulfonic acid
SMILES
CC1(C2CCC1(C(=O)C2)CS(=O)(=O)O)C
InChIKey
MIOPJNTWMNEORI-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00074827
Harga reguler Rp 900.900,00
Harga reguler Rp 645.750,00 Harga obral Rp 900.900,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Lihat contoh CoA (contoh format — nilai aktual sesuai lot pengiriman)

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

(+/-)-10-Camphorsulfonic Acid, yang sering disingkat CSA, adalah asam sulfonat organik turunan kamfer dalam bentuk rasemat. Senyawa ini tergolong asam kuat, tetapi berbentuk padatan dan larut dalam berbagai pelarut organik, sehingga sangat praktis dipakai sebagai katalis asam dalam sintesis. Pada glikosains atau kimia karbohidrat, CSA dikenal sebagai katalis untuk pembentukan asetal dan ketal, misalnya pemasangan gugus pelindung benziliden atau isopropiliden pada gugus hidroksil gula.

Peneliti memilih CSA karena ia menggabungkan keasaman kuat dengan kemudahan penanganan. Bentuknya padat membuat penimbangan lebih akurat daripada asam mineral cair, dan kelarutannya dalam pelarut organik menjadikannya katalis homogen yang efektif. Dibandingkan beberapa asam sulfonat lain, CSA sering dianggap cukup lembut untuk substrat sensitif. Selain itu, kemampuannya membentuk garam dengan amina membuat CSA berguna sebagai pelawan ion, termasuk sebagai dopan polianilina dalam riset polimer konduktif. CSA juga bersifat higroskopis.

Di Indonesia, CSA bermanfaat bagi laboratorium kimia organik sintetik, kimia karbohidrat, kimia bahan alam, dan ilmu material di perguruan tinggi serta lembaga riset. Pilihan kemasan 25 g, 100 g, dan 500 g memberi keleluasaan, mulai dari pemakaian sesekali sebagai katalis hingga kebutuhan rutin untuk sintesis berulang atau pembuatan material dalam jumlah lebih besar. Karena sifat higroskopisnya, penyimpanan yang baik menjadi kunci di iklim lembap tropis.

Brosur TCI (PDF)

  • Katalis pembentukan asetal dan ketal pada karbohidrat: keasaman kuat dan kelarutan organiknya membuat CSA efektif memasang gugus pelindung benziliden atau isopropiliden pada gula.
  • Katalis asam dalam sintesis organik umum: CSA dipakai untuk esterifikasi, pelepasan gugus pelindung yang peka asam, dan reaksi siklisasi karena mudah ditimbang serta larut homogen.
  • Dopan polimer konduktif polianilina: anion kamforsulfonat dapat mendoping polianilina sekaligus meningkatkan kelarutannya, sehingga berguna dalam riset film konduktif dan material elektronik organik.
  • Pembentukan garam amina: sebagai asam sulfonat kuat, CSA membentuk garam kristalin dengan basa organik, sehingga membantu isolasi, pemurnian, dan penanganan senyawa amina hasil sintesis.
  • Pengajaran katalisis asam: bentuk padat yang aman ditimbang dan reaktivitas yang jelas menjadikan CSA pilihan baik untuk praktikum yang mengenalkan konsep katalis asam organik kepada mahasiswa.

Merek TCI (kode produk C0016)
Nomor CAS 5872-08-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience
Ukuran kemasan 25g, 100g, 500g
Bentuk fisik padatan
Penyimpanan higroskopis; simpan tertutup rapat di tempat kering, sesuai petunjuk label

CSA bersifat higroskopis dan korosif. Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, sebaiknya di dalam desikator, dan jauhkan dari basa kuat serta oksidator. Tutup wadah segera setelah digunakan agar bahan tidak menyerap uap air dari udara yang lembap. Gunakan spatula bersih dan kering saat menimbang. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium karena asam ini dapat menyebabkan luka bakar kimia pada kulit dan mata. Pelajari SDS produsen.

  • Zhang dkk. (2002). Synthesis and characterization of self-assembled polyaniline nanotubes doped with D-10-camphorsulfonic acid. Nanotechnology doi:10.1088/0957-4484/13/6/311
  • Zhai dkk. (2020). Anti-Corrosive Coating of Carbon-Steel Assisted by Polymer-Camphorsulfonic Acid Embedded within Graphene. Coatings doi:10.3390/coatings10090879
  • Yan dkk. (1999). Thermoelectric Properties of Alternatively Layered Films of Polyaniline and (±)-10-Camphorsulfonic Acid-Doped Polyaniline. Chemistry Letters doi:10.1246/cl.1999.1217

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.