Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 131-09-9

2-Chloroanthraquinone, CAS 131-09-9, TCI C0123

2-Chloroanthraquinone, CAS 131-09-9, TCI C0123

Identitas Kimia

No. CAS
131-09-9
PubChem
CID 8553·SID 87565303
Rumus molekul
C14H7ClO2
Berat molekul
242.66 g/mol
Kemurnian
>99.0%(GC)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-chloroanthracene-9,10-dione
SMILES
C1=CC=C2C(=C1)C(=O)C3=C(C2=O)C=C(C=C3)Cl
InChIKey
FPKCTSIVDAWGFA-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00001227
Harga reguler Rp 1.140.300,00
Harga reguler Rp 812.700,00 Harga obral Rp 1.140.300,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

2-Chloroanthraquinone dari TCI adalah turunan antrakuinon yang membawa satu atom klorin pada posisi 2 cincin aromatiknya. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan antara (building block) non-heterosiklik untuk membangun molekul berbasis kerangka antrakuinon yang lebih kompleks. Kerangka antrakuinon sendiri dikenal luas sebagai inti berbagai zat warna, pigmen, dan senyawa fotoaktif. Karena itu, bahan ini sering menjadi titik awal bagi peneliti kimia organik, kimia material, dan kimia zat warna yang ingin memodifikasi struktur antrakuinon secara terarah.

Daya tarik utama 2-Chloroanthraquinone terletak pada kombinasi dua gugus fungsi. Atom klorin pada cincin aromatik dapat digantikan melalui reaksi substitusi atau reaksi kopling yang dikatalisis logam transisi, sehingga gugus amina, eter, atau gugus karbon baru bisa dipasang pada posisi tersebut. Sementara itu, dua gugus karbonil kuinon memberikan sifat redoks dan penyerapan cahaya yang khas, sehingga turunannya menarik untuk studi fotokimia dan elektrokimia. Kerangkanya yang datar dan kaku juga membuat senyawa ini cocok untuk merancang molekul dengan sifat optik tertentu.

Di laboratorium Indonesia, bahan ini relevan bagi kelompok riset kimia organik sintetik di perguruan tinggi, laboratorium pengembangan zat warna untuk industri tekstil, serta peneliti material yang mempelajari senyawa redoks organik untuk baterai atau sensor. Kemasan 25g cukup untuk serangkaian percobaan optimasi reaksi skala kecil hingga menengah. Mahasiswa pascasarjana yang mengerjakan tesis sintesis turunan antrakuinon juga dapat memanfaatkannya sebagai bahan awal yang terdefinisi jelas dengan nomor CAS resmi.

  • Sintesis turunan aminoantrakuinon: atom klorin dapat digantikan oleh gugus amina sehingga menghasilkan bahan antara penting untuk zat warna dispersi dan pigmen antrakuinon.
  • Reaksi kopling silang terkatalisis paladium: posisi klorin aromatik memungkinkan pemasangan gugus aril atau alkil baru untuk membangun kerangka antrakuinon tersubstitusi yang lebih kompleks.
  • Studi fotokimia dan fotosensitisasi: kerangka kuinon yang menyerap cahaya menjadikan senyawa ini model yang baik untuk mempelajari transfer elektron dan reaksi yang dipicu cahaya.
  • Penelitian material redoks organik: gugus karbonil kuinon yang dapat tereduksi secara reversibel menarik untuk dikaji sebagai kandidat bahan aktif elektroda organik atau sensor elektrokimia.
  • Bahan ajar kimia organik lanjutan: struktur aromatik polisiklik dengan gugus halogen tunggal cocok untuk mendemonstrasikan reaktivitas substitusi aromatik dan karakterisasi spektroskopi di kelas praktikum.

Merek TCI (kode produk C0123)
Nomor CAS 131-09-9
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g
Bentuk fisik padatan (serbuk/kristal); rincian lihat label dan sertifikat analisis
Penyimpanan wadah tertutup rapat, tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya

Simpan 2-Chloroanthraquinone dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, berventilasi baik, dan terlindung dari cahaya langsung karena senyawa kuinon dapat peka terhadap cahaya. Jauhkan dari oksidator kuat dan bahan pereduksi kuat. Saat menimbang serbuk, gunakan lemari asam atau area berventilasi untuk menghindari terhirupnya debu, serta kenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas lab. Bersihkan tumpahan secara kering tanpa menerbangkan debu, dan selalu rujuk Lembar Data Keselamatan (SDS) dari produsen sebelum digunakan.

  • Matsusaki dkk. (2012). ChemInform Abstract: Aerobic Photooxidative Cleavage of Vicinal Diols to Carboxylic Acids Using 2‐Chloroanthraquinone.. ChemInform doi:10.1002/chin.201250072
  • TABATSKAYA dkk. (1998). ChemInform Abstract: Nucleophilic Substitution in 1‐Nitro‐4‐chloroanthraquinone by Phenolates and Thiophenolates.. ChemInform doi:10.1002/chin.199846040
  • Itoh dkk. (2014). 2-Chloroanthraquinone-catalyzed aerobic photo-oxidative synthesis of diacylamines from benzylamides. Tetrahedron Letters doi:10.1016/j.tetlet.2014.03.123

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.