2-Chlorobenzoic Acid (2-CBA) adalah senyawa organik yang sering digunakan dalam berbagai eksperimen kimia di laboratorium. Bahan ini memiliki struktur molekul yang terdiri dari cincin benzena dengan substituen kloro dan gugus karboksilat. Dalam laboratorium, 2-CBA digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa kompleks, terutama dalam reaksi substitusi elektrofilik dan reaksi esterifikasi. Bahan ini juga sering ditemukan dalam analisis kuantitatif dan kualitatif, terutama dalam bidang kimia organik dan farmasi.
2-Chlorobenzoic Acid memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi normal, tetapi dapat bereaksi dengan bahan kimia lain seperti basa kuat atau pelarut organik. Karena memiliki titik leleh tinggi dan daya larut yang baik dalam pelarut polar, bahan ini mudah diproses dalam berbagai kondisi laboratorium. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk reaksi yang memerlukan kontrol suhu dan konsentrasi yang tepat.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, 2-Chlorobenzoic Acid digunakan secara luas oleh peneliti dan mahasiswa di berbagai institusi pendidikan tinggi serta lembaga penelitian. Bahan ini sangat relevan untuk proyek penelitian yang berkaitan dengan sintesis senyawa baru, analisis sampel, dan pengembangan produk farmasi. Ketersediaannya yang stabil dan harga yang kompetitif menjadikannya pilihan utama di berbagai laboratorium lokal.
- Sintesis senyawa organik kompleks yang memerlukan substitusi elektrofilik
- Analisis kuantitatif dalam uji kualitas produk farmasi
- Reaksi esterifikasi untuk pembuatan senyawa ester
- Pengujian aktivitas biologis senyawa kimia
- Penelitian tentang reaktivitas dan stabilitas senyawa aromatik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 118-91-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
2-Chlorobenzoic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah penyerapan kelembapan dan kontaminasi. Simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat kimia yang tidak beracun, tetapi tetap harus ditangani dengan hati-hati, terutama dalam penggunaan yang melibatkan reaksi kimia. Gunakan sarung tangan dan alat pelindung diri yang sesuai untuk memastikan keselamatan di laboratorium.
- Kaya Kinaytürk dkk. (2016). Identification of Structural and Spectral Features of 2-Amino 4-Chlorobenzoic Acid and 4-Amino 2-Chlorobenzoic Acid: A Comparative Experimental and DFT Study. Acta Physica Polonica A doi:10.12693/aphyspola.130.276
- Tarawneh dkk. (2019). Biodegradation of Chlorobenzoic Acid Substitutes, Particularly, 2- Chlorobenzoic Acid by Aeromonas hydrophila. Journal of Basic and Applied Research in Biomedicine doi:10.51152/jbarbiomed.v5i2.44
- Kr Singh (2021). The Degradation Pathway of 4-Chlorobenzoic Acid by Genetically Modified Strain of Pseudomonas aeruginosa. International Journal of Science and Research (IJSR) doi:10.21275/mr211110224159
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
