5-Chlorobenzotriazole adalah turunan benzotriazol yang membawa atom klor pada cincin benzena, menghasilkan senyawa heterosiklik dengan tiga atom nitrogen berurutan pada cincin triazol. Senyawa ini dikenal luas baik sebagai blok pembangun sintesis organik maupun sebagai bahan aktif dalam formulasi penghambat korosi logam. Di laboratorium, perannya cukup beragam, mulai dari pereaksi bantu dalam pembentukan ikatan amida, ligan penyumbang nitrogen dalam kimia koordinasi, hingga kerangka awal bagi sintesis senyawa heterosiklik yang lebih kompleks pada riset farmasi dan material.
Sifat yang menonjol pada senyawa ini adalah keasaman proton nitrogen triazol yang relatif tinggi dan semakin meningkat berkat efek penarik elektron atom klor. Sifat tersebut memudahkan pembentukan anion benzotriazolat yang berperan sebagai gugus pergi yang baik, dasar dari kimia benzotriazol sebagai gugus pengaktivasi sintetis. Cincin triazolnya juga mampu berkoordinasi dengan ion logam, terutama tembaga, sehingga membentuk lapisan pelindung permukaan yang sangat efektif menghambat oksidasi. Selain itu, senyawa ini menunjukkan kestabilan termal yang baik dan kelarutan yang memadai dalam pelarut organik polar, sehingga mudah diintegrasikan ke berbagai kondisi reaksi maupun formulasi.
Laboratorium di Indonesia memanfaatkan senyawa ini dalam riset korosi logam, pengembangan formulasi pelumas dan cairan pendingin, kimia analitik permukaan, serta sintesis senyawa heterosiklik baru. Kemasan 25 g dan 100 g memberi pilihan sesuai kebutuhan, baik untuk pengujian formulasi skala kecil maupun serangkaian percobaan sintesis yang membutuhkan bahan lebih banyak.
- Riset penghambat korosi tembaga: cincin triazol berkoordinasi pada permukaan logam membentuk lapisan pelindung rapat yang memperlambat proses oksidasi.
- Blok pembangun heterosiklik: atom klor menyediakan titik untuk substitusi lanjutan sehingga kerangka benzotriazol dapat diperluas menjadi molekul yang lebih kompleks.
- Pereaksi bantu pembentukan ikatan amida: anion benzotriazolat berperan sebagai gugus pergi yang baik dalam aktivasi asam karboksilat menjadi turunan reaktif.
- Ligan dalam kimia koordinasi: tiga atom nitrogen berurutan menawarkan beberapa pola pengikatan pada ion logam transisi untuk membentuk kompleks maupun polimer koordinasi.
- Formulasi cairan kerja logam dan pendingin: sifat pelindung permukaannya diuji dalam penelitian aditif untuk melindungi komponen berbahan tembaga dan kuningan.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 94-97-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 g dan 100 g |
| Bentuk fisik | padatan |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya |
Simpan senyawa ini dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, ditempatkan di lokasi sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari bahan pengoksidasi kuat, asam kuat, serta sumber panas dan api. Debu padatannya dapat mengiritasi mata, kulit, dan saluran pernapasan, sehingga penimbangan sebaiknya dilakukan di lemari asam dengan sarung tangan nitril dan kacamata pelindung. Gunakan spatula kering agar bahan tidak menggumpal akibat kelembapan, dan tutup wadah segera setelah pemakaian. Larutan sisa serta limbah reaksi dikumpulkan sebagai limbah kimia organik terhalogenasi sesuai prosedur laboratorium.
- Gowda (1991). Assay of sulphur compounds with 1-chlorobenzotriazole. Talanta doi:10.1016/0039-9140(91)80291-7
- Hunter dkk. (2007). Inexpensive, One‐Pot Synthesis of Unsymmetrical Disulfides Using 1‐Chlorobenzotriazole.. ChemInform doi:10.1002/chin.200706095
- Channegowda dkk. (1990). Estimation of mercaptans with 1-chlorobenzotriazole. Mikrochimica Acta doi:10.1007/bf01244768
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
