TCI C0786 5-Chloro-1,10-phenanthroline adalah turunan fenantrolina yang salah satu posisi cincinnya tersubstitusi atom klor. Kerangka 1,10-fenantrolina sendiri merupakan ligan bidentat klasik yang mengikat ion logam melalui dua atom nitrogennya dalam susunan yang kaku dan hampir sempurna untuk pembentukan kelat. Dalam laboratorium, ligan jenis ini dipakai untuk menyiapkan kompleks logam transisi yang berperan pada katalisis, penginderaan optik, serta kimia analitik. Penambahan substituen klor menghadirkan dimensi baru, yakni kemampuan menyetel sifat elektronik ligan sekaligus menyediakan titik pegangan untuk modifikasi lanjutan.
Karakteristik utama yang membuat senyawa ini dipilih adalah pengaruh gugus klor yang bersifat menarik elektron terhadap kerapatan elektron pada atom nitrogen pengikat. Perubahan ini mempengaruhi kekuatan ikatan dengan logam serta posisi pita serapan dan emisi pada kompleks yang terbentuk, sehingga peneliti dapat mengatur perilaku fotofisika sistemnya secara terarah. Selain itu, atom klor pada cincin aromatik dapat dijadikan gugus pergi pada reaksi substitusi maupun mitra pada reaksi kopling silang berkatalis logam, membuka jalan menuju ligan yang lebih rumit. Kombinasi kekakuan kerangka dan kemudahan derivatisasi inilah yang menjadikannya bahan awal bernilai tinggi.
Laboratorium Indonesia memanfaatkan senyawa ini pada riset kimia anorganik dan kimia koordinasi, fotokatalisis, serta pengembangan sensor ion logam di lingkungan perguruan tinggi. Kemasan 100 mg dan 1 g sangat sesuai karena percobaan kimia koordinasi umumnya berjalan pada skala milimol dengan banyak variasi logam dan pelarut. Ukuran kemasan kecil juga membantu laboratorium menjaga kesegaran bahan dan mengelola anggaran reagen secara efisien untuk beberapa proyek sekaligus.
- Sintesis kompleks logam transisi, karena dua atom nitrogen pada kerangka kaku ini membentuk kelat bidentat yang stabil dengan berbagai ion logam.
- Pengembangan fotokatalis berbasis logam, sebab substituen klor menyetel kerapatan elektron ligan sehingga sifat penyerapan cahaya kompleks dapat diarahkan sesuai kebutuhan.
- Penyiapan ligan turunan yang lebih rumit, karena atom klor aromatik menyediakan titik reaksi untuk substitusi maupun kopling silang berkatalis logam.
- Kajian sensor dan probe ion logam, sebab pembentukan kompleks fenantrolina sering disertai perubahan warna atau pendaran yang mudah diamati secara instrumental.
- Penelitian kimia analitik dan spesiasi logam, karena ligan keluarga fenantrolina sudah lama menjadi rujukan untuk pengikatan selektif ion tertentu.
| Merek | TCI, kode katalog C0786 |
|---|---|
| Nomor CAS | 4199-89-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 100 mg dan 1 g |
| Bentuk fisik | padatan, pemerian rinci mengikuti label dan Certificate of Analysis lot yang diterima |
| Penyimpanan | tempat sejuk, kering, terlindung cahaya, wadah tertutup rapat |
Simpan pada tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya langsung, dengan wadah tertutup rapat agar kelembapan tidak terserap. Mengingat kemasan tersedia dalam ukuran kecil, gunakan timbangan analitik dan spatula mikro yang bersih untuk meminimalkan kehilangan bahan pada setiap pengambilan. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta bekerja di dalam lemari asam saat menimbang serbuk halus. Hindari kontak dengan asam kuat dan bahan pengoksidasi. Setelah digunakan, tutup wadah segera dan simpan kembali pada rak yang sama agar mudah ditelusuri, disertai catatan tanggal pembukaan pertama.
- Bhuiyan dkk. (2011). Synthesis, Characterization, and Properties of Homometallic Dinuclear Ruthenium Complex Containing Chloro-Phenanthroline and Bipyridine. Journal of the Arkansas Academy of Science doi:10.54119/jaas.2011.6501
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
