2-Cyanobenzoic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium. Bahan ini memiliki struktur molekul yang terdiri dari cincin benzena dengan gugus sianat dan karboksilat. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan pembentuk senyawa kompleks, terutama dalam sintesis senyawa heterosiklik dan senyawa organik lainnya. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, 2-Cyanobenzoic Acid menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen kimia.
Senyawa ini memiliki sifat kimia yang khas, yaitu keasaman dan kemampuan untuk berikatan dengan berbagai reaktan lain. Karakteristik ini membuatnya sangat cocok untuk digunakan dalam reaksi substitusi, esterifikasi, dan reaksi lain yang memerlukan reaktivitas tinggi. Selain itu, senyawa ini memiliki titik leleh dan kelarutan yang dapat diprediksi, sehingga memudahkan proses pemrosesan dan penggunaannya dalam laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, 2-Cyanobenzoic Acid sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmasi dan material. Bahan ini menjadi bagian penting dalam pengembangan senyawa baru yang memiliki aplikasi industri dan medis. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan para peneliti untuk mengakses bahan ini tanpa harus mengimpor dari luar negeri.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Reaksi esterifikasi untuk pembuatan senyawa organik kompleks
- Pengujian reaktivitas senyawa dalam reaksi kimia organik
- Pembuatan senyawa intermediat dalam proses sintesis farmakologis
- Penelitian material kimia untuk aplikasi industri dan teknologi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 3839-22-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung |
2-Cyanobenzoic Acid harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini bersifat kimia yang stabil, tetapi tetap perlu ditangani dengan hati-hati untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata. Penggunaan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia disarankan. Selalu pastikan area kerja bersih dan terkontrol untuk meminimalkan risiko kecelakaan.
- Wang dkk. (2009). Solubility of 3,5-Dimethoxybenzoic Acid, 4-Cyanobenzoic Acid, 4-Acetoxybenzoic Acid, 3,5-Diaminobenzoic Acid, and 2,4-Dichlorobenzoic Acid in Ethanol. Journal of Chemical & Engineering Data doi:10.1021/je900190n
- Han dkk. (1999). Infrared and Raman spectra of 4-cyanobenzoic acid on powdered silver. Vibrational Spectroscopy doi:10.1016/s0924-2031(99)00066-1
- Chen dkk. (2003). Inhibitory Effect of 4-Cyanobenzaldehyde and 4-Cyanobenzoic Acid on Mushroom (Agaricus bisporus) Tyrosinase. Journal of Protein Chemistry doi:10.1023/b:jopc.0000008725.31444.1e
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
