2-Chloro-p-cresol adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai aplikasi laboratorium, terutama dalam bidang kimia organik. Sebagai komponen dasar (building block), senyawa ini berperan dalam pembentukan senyawa heterosiklik dan non-heterosiklik. Dalam proses sintesis, senyawa ini berfungsi sebagai bahan baku yang dapat bereaksi dengan berbagai reagen untuk menghasilkan produk akhir yang lebih kompleks.
2-Chloro-p-cresol memiliki struktur molekuler yang stabil dan reaktivitas yang cukup baik, sehingga memungkinkan berbagai reaksi kimia seperti substitusi, reduksi, dan oksidasi. Sifat ini menjadikannya pilihan yang tepat untuk para peneliti yang membutuhkan senyawa dengan sifat kimia yang dapat diprediksi dan dikontrol. Selain itu, senyawa ini memiliki daya tarik dalam aplikasi laboratorium karena kemampuannya untuk berinteraksi dengan berbagai kondisi reaksi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam berbagai penelitian, termasuk dalam bidang farmasi, kimia organik, dan analisis kimia. Karena ketersediaannya yang relatif mudah dan harga yang kompetitif, senyawa ini menjadi pilihan utama untuk peneliti yang membutuhkan bahan baku kimia berkualitas tinggi.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat
- Reaksi substitusi pada posisi para dalam senyawa aromatik
- Pengujian aktivitas antibakteri pada senyawa organik
- Pembuatan bahan baku untuk produksi bahan kimia industri
- Analisis kualitatif dan kuantitatif senyawa fenolik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 6640-27-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah kontaminasi dan penguraian. Wadah yang sesuai adalah wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah paparan langsung. Sebagai bahan kimia yang memiliki sifat reaktif, senyawa ini harus dihindari dari paparan panas, cahaya, dan bahan kimia lain yang tidak kompatibel.
—
