N-Cyclohexyl-p-toluenesulfonamide (NCTS) adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam proses substitusi dan reaksi pembentukan ikatan. Dalam laboratorium, NCTS berperan sebagai reaktan yang membantu dalam pembentukan struktur molekuler yang lebih kompleks, terutama dalam sintesis senyawa heterosiklik dan derivat sulfonamida.
NCTS memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktivitas yang moderat, sehingga memudahkan proses reaksi dalam kondisi tertentu. Senyawa ini juga memiliki daya larut yang cukup baik dalam pelarut organik seperti etil asetat dan aseton, yang memudahkan dalam proses pelarutan dan pemisahan. Karena sifat ini, NCTS menjadi pilihan yang tepat untuk berbagai reaksi kimia yang memerlukan kontrol presisi.
Di laboratorium Indonesia, NCTS digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Bahan ini sering dipakai dalam proyek sintesis senyawa baru yang memiliki potensi aplikasi farmasi, material, atau industri kimia. Ketersediaannya di pasar lokal membuatnya mudah diakses bagi para peneliti dan mahasiswa.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Pembuatan derivat sulfonamida dalam penelitian farmakologi
- Reaksi substitusi dalam sintesis senyawa organik kompleks
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia organik
- Penelitian tentang struktur molekuler dan reaktivitas senyawa kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 80-30-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
N-Cyclohexyl-p-toluenesulfonamide harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Karena sifat kimia yang stabil, bahan ini tidak memerlukan kondisi penyimpanan khusus yang ekstrem, tetapi tetap perlu dihindari kontak dengan air dan bahan kimia berlebih. Dalam laboratorium, bahan ini sebaiknya ditangani dengan sarung tangan dan masker untuk menghindari paparan langsung.
—
