4-Cyano-2-fluorobenzoic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik. Bahan ini sering ditemukan dalam proses pembuatan senyawa kompleks seperti obat-obatan, bahan kimia industri, dan senyawa fungsi tertentu. Sebagai bahan dasar (building block), senyawa ini memiliki struktur yang fleksibel dan dapat berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia seperti substitusi, reduksi, dan reaksi coupling.
Sifat kimia dan struktur molekular dari 4-Cyano-2-fluorobenzoic Acid membuatnya sangat diminati dalam penelitian kimia organik. Kehadiran gugus fluoro dan nitril memberikan sifat reaktivitas yang unik, serta memungkinkan modifikasi molekular yang lebih luas. Senyawa ini juga stabil dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan proses penyimpanan dan penggunaan dalam laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, 4-Cyano-2-fluorobenzoic Acid sering digunakan dalam penelitian kimia murni dan terapan. Bahan ini menjadi pilihan utama para peneliti yang ingin mengembangkan senyawa baru atau memperluas pemahaman tentang reaktivitas senyawa fluorinasi. Ketersediaannya di pasar lokal juga memudahkan akses bagi para ilmuwan dan mahasiswa.
- Sintesis senyawa obat-obatan dengan struktur fluorinasi kompleks
- Pengembangan bahan kimia industri yang memerlukan reaktivitas tinggi
- Penelitian tentang reaksi kimia organik yang melibatkan substitusi nitril
- Pembuatan senyawa fungsi tertentu dalam bidang material ilmiah
- Pengujian katalis dan mekanisme reaksi kimia dalam lingkungan laboratorium
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 164149-28-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
4-Cyano-2-fluorobenzoic Acid harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara, serta jauh dari sumber cahaya dan kelembapan. Bahan ini bersifat kimia yang relatif stabil, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Pemakaian sebaiknya dilakukan dalam ruang laboratorium yang terkontrol, dengan penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Penyimpanan yang tepat akan memastikan kualitas dan keamanan bahan selama proses penelitian.
—



