=====PRODUK 1=====
2-(3-Chloropropoxy)tetrahydro-2H-pyran adalah senyawa kimia organik yang berperan sebagai bahan baku sintesis (building block) di laboratorium kimia organik dan kimia sintetik. Senyawa ini merupakan turunan tetrahidropiran yang membawa rantai 3-kloropropoksi, sehingga menggabungkan dua fungsi reaktif penting dalam satu molekul: cincin tetrahidropiran (THP) yang dikenal sebagai gugus pelindung alkohol dan atom klorin terminal yang menjadi titik serang reaksi substitusi nukleofilik. Di laboratorium, bahan ini dipakai untuk merakit molekul yang lebih kompleks, seperti senyawa antara (intermediate) dalam sintesis obat, bahan kimia halus, dan produk kimia khusus. Karena berperan sebagai bahan awal, senyawa ini umumnya digunakan dalam skala gram dengan teknik reaksi konvensional maupun metode sintesis yang lebih modern.
Karakteristik utama yang membuat senyawa ini dipilih adalah keberadaan dua gugus fungsi yang saling melengkapi dalam satu kerangka molekul. Cincin tetrahidropiran memberikan perlindungan sementara bagi gugus hidroksil, sehingga reaksi lain dapat dilakukan secara selektif pada bagian molekul yang berbeda tanpa gangguan. Sementara itu, ujung 3-kloropropil menyediakan halogen yang reaktif dan mudah disubstitusi oleh berbagai nukleofil seperti amina, alkoksida, atau tiol, sehingga perpanjangan rantai karbon menjadi fleksibel sesuai rancangan sintesis. Kemurnian dan konsistensi kualitas dari produk berlabel TCI memberikan hasil yang dapat direproduksi, faktor penting untuk penelitian yang menuntut akurasi. Selain itu, kestabilannya yang baik pada penyimpanan normal menjadikannya praktis untuk stok laboratorium rutin.
Di Indonesia, senyawa ini banyak dicari oleh laboratorium riset di perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan industri kimia halus yang mengembangkan sintesis senyawa aktif. Laboratorium organik di universitas sering menggunakannya untuk penelitian skala kecil dan pengembangan metode yang membutuhkan building block heterosiklik berkualitas. Ketersediaan dalam kemasan 25 gram sangat sesuai untuk kebutuhan peneliti yang tidak memerlukan volume besar namun menuntut konsistensi antar-lot. Dengan ketersediaan melalui distributor seperti AMI Scientific, laboratorium di berbagai kota dapat memperoleh bahan ini dengan lebih mudah, sehingga turut mendukung kegiatan riset dan pengembangan produk kimia dalam negeri.
- Sintesis senyawa antara (intermediate) organik: senyawa ini menyediakan kerangka tetrahidropiran dengan gugus klorida terminal yang dapat diubah menjadi berbagai fungsi kimia untuk merakit molekul target yang lebih rumit.
- Perlindungan gugus hidroksil dalam sintesis bertahap: cincin THP melindungi alkohol dari reaksi samping selama beberapa tahap reaksi, lalu dapat dilepas pada kondisi asam yang terkendali tanpa merusak struktur lain.
- Pengembangan obat dan bahan aktif farmasi: atom klorin yang reaktif memungkinkan konjugasi dengan gugus amina atau heterosiklik lain, sehingga cocok untuk eksplorasi senyawa calon obat pada tahap penemuan dan optimasi.
- Sintesis ligan dan katalis: rantai eter-alkil klorida dapat difungsionalisasi untuk membuat ligan yang disesuaikan, baik untuk katalisis logam transisi maupun pengembangan material katalitik baru di laboratorium.
- Pembelajaran praktikum kimia organik lanjutan: senyawa ini menjadi contoh nyata konsep gugus pelindung dan reaksi substitusi nukleofilik yang diajarkan dalam praktikum sintesis di laboratorium pendidikan tinggi.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 42330-88-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 g |
| Bentuk fisik | — |
| Penyimpanan | simpan dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya dan kelembapan, pada suhu ruang yang sejuk dan stabil |
- Identitas kimia: 2-(3-Chloropropoxy)tetrahydro-2H-pyran
Senyawa ini sebaiknya disimpan dalam wadah kaca atau botol reagen bermulut rapat yang tertutup kedap, di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung. Suhu penyimpanan yang stabil dan konsisten membantu menjaga kualitas bahan selama masa simpan. Saat menangani, gunakan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta bekerja di dalam lemari asam bila memungkinkan. Hindari kontak dengan kulit, mata, dan saluran pernapasan. Jauhkan dari sumber api atau bahan pengoksidasi kuat, dan selalu beri label yang jelas pada wadah. Buang sisa bahan sesuai peraturan pengelolaan limbah laboratorium yang berlaku.
—
