TCI C2073 adalah 2-(Chloromethyl)-3,4-dimethoxypyridine Hydrochloride, sebuah building block heterosiklik berbentuk garam hidroklorida dari piridina tersubstitusi. Molekul ini membawa gugus klorometil yang sangat reaktif pada posisi dua cincin piridina, ditambah dua gugus metoksi pada posisi tiga dan empat. Kombinasi tersebut menjadikannya reagen alkilasi heteroaromatik yang banyak dipakai di laboratorium sintesis obat, khususnya dalam pembuatan senyawa golongan benzimidazol tersubstitusi sulfinil yang dikenal sebagai penghambat pompa proton. Bentuk garam hidrokloridanya dipilih karena jauh lebih stabil untuk disimpan dan ditangani dibandingkan basa bebasnya.
Sifat yang menjadikannya penting adalah reaktivitas gugus klorometil terhadap nukleofil belerang, misalnya tiol atau garam merkapto-benzimidazol, sehingga ikatan karbon-belerang dapat dibentuk dengan mudah pada kondisi basa yang relatif ringan. Dua gugus metoksi yang menyumbang elektron mengatur kerapatan elektron cincin piridina, yang pada gilirannya menentukan sifat elektronik produk akhir. Sebagai garam hidroklorida, senyawa ini berupa padatan yang bersifat higroskopis dan sensitif terhadap kelembapan; air dapat memicu hidrolisis gugus klorometil menjadi alkohol yang tidak diinginkan. Karena itu penyimpanan dingin dan kering merupakan syarat penting untuk menjaga kualitas bahan.
Di Indonesia, reagen ini banyak diperlukan oleh laboratorium riset dan pengembangan farmasi, baik di industri maupun di perguruan tinggi, khususnya untuk pekerjaan sintesis perantara obat serta penyiapan senyawa pembanding bagi keperluan analisis. Ketersediaan kemasan 5 g dan 25 g memberi keleluasaan bagi peneliti untuk memulai dengan skala percobaan kecil terlebih dahulu, kemudian meningkat ke skala perbanyakan ketika rute sintesis sudah mapan dan hasilnya konsisten.
Produk TCI terkait
- TCI M2411 104146-10-3 4-Methoxybenzyl 3-Chloromethyl-7-(2-phenylacetamido)-3-cephem-4-carboxylate
- TCI C3819 39238-07-8 4-(Chloromethyl)-2-methylthiazole
- TCI C3295 105827-91-6 2-Chloro-5-(chloromethyl)thiazole
- TCI C3094 252742-72-6 3-(Chloromethyl)-1,2,4-triazolin-5-one
- TCI C2928 109113-72-6 2-(Chloromethyl)-4-methylquinazoline
- TCI C2861 90097-52-2 2-Chloro-3-(chloromethyl)quinoline
- Sintesis perantara penghambat pompa proton golongan benzimidazol, karena gugus klorometilnya bereaksi langsung dengan nukleofil belerang membentuk jembatan tioeter yang dibutuhkan.
- Reagen alkilasi untuk nukleofil belerang dan nitrogen, sebab karbon benzilik pada posisi dua cincin piridina sangat mudah diserang secara nukleofilik.
- Pembuatan ligan piridina terfungsionalisasi, karena atom nitrogen cincin tetap tersedia untuk koordinasi logam setelah gugus klorometil direaksikan lebih lanjut.
- Penyiapan senyawa pembanding dan pengotor rujukan untuk analisis farmasi, sebab senyawa ini merupakan perantara kunci yang perlu dipantau dalam pengendalian mutu.
- Studi optimasi kondisi alkilasi heteroaromatik, karena reaktivitasnya yang tinggi menjadikannya substrat sensitif untuk membandingkan pengaruh basa, pelarut, dan suhu.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 72830-09-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 g dan 25 g |
| Bentuk fisik | padatan garam hidroklorida, bersifat higroskopis |
| Penyimpanan | simpan dingin, kering, tertutup rapat, dan terlindung dari kelembapan |
Senyawa klorometil heteroaromatik bersifat reaktif dan cenderung mengiritasi kulit, mata, serta saluran pernapasan, sehingga penanganannya wajib dilakukan di dalam lemari asam dengan sarung tangan nitril, kacamata pengaman tertutup, dan jas laboratorium. Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di lemari pendingin bahan kimia atau tempat sejuk yang kering, sebaiknya di dalam desikator karena garam ini higroskopis. Biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka supaya uap air tidak mengembun dan menghidrolisis bahan. Timbang dengan cepat menggunakan spatula kering lalu segera tutup kembali. Kelola tumpahan dengan penyerap kering dan buang seluruh sisa melalui jalur limbah organik berhalogen.
—


