Copper(I) Iodide atau tembaga(I) iodida dari TCI dengan kode katalog C2163 adalah garam tembaga bervalensi satu yang menjadi salah satu katalis paling sering digunakan dalam kimia organik sintetik. Di laboratorium, senyawa ini terutama dikenal sebagai ko-katalis pada reaksi kopling Sonogashira bersama katalis paladium, sebagai katalis tunggal pada reaksi kopling tipe Ullmann–Goldberg, serta sebagai reagen pembentuk spesies organotembaga. Selain itu, tembaga(I) iodida juga dimanfaatkan dalam reaksi sikloadisi azida–alkuna yang menjadi tulang punggung kimia klik.
Sifat yang menjadikan senyawa ini unggul adalah stabilitas relatifnya yang lebih baik dibandingkan garam tembaga(I) lain, karena ion iodida yang lunak menstabilkan pusat tembaga bervalensi satu yang juga bersifat lunak. Senyawa ini praktis tidak larut dalam air namun dapat dilarutkan dengan bantuan ligan pendonor seperti amina, fosfin, atau larutan iodida berlebih, sehingga mudah dimasukkan ke dalam berbagai sistem reaksi. Kemampuannya membentuk asetilida tembaga secara in situ menjadi kunci pada banyak reaksi kopling alkuna. Padatannya berwarna putih hingga kecoklatan dan dapat berubah warna bila terpapar cahaya atau udara dalam waktu lama.
Laboratorium sintesis organik dan riset farmasi di Indonesia menggunakan tembaga(I) iodida secara luas karena reaksi kopling alkuna dan kimia klik sangat umum dalam pembuatan senyawa target maupun probe molekuler. Kemasan 25 gram, 100 gram, dan 500 gram memudahkan penyesuaian antara laboratorium pendidikan, laboratorium penelitian, dan kelompok riset dengan volume reaksi lebih besar. Penyimpanan yang terlindung cahaya sangat dianjurkan di iklim tropis.
- Ko-katalis reaksi kopling Sonogashira, karena tembaga(I) iodida membentuk asetilida tembaga yang mempercepat transmetalasi menuju pusat paladium aktif.
- Katalis sikloadisi azida–alkuna (kimia klik), sebab spesies tembaga(I) mengarahkan pembentukan triazol 1,4-tersubstitusi secara regioselektif dan efisien.
- Reaksi kopling Ullmann dan Goldberg, karena tembaga bervalensi satu mampu mengaktifkan aril halida untuk membentuk ikatan dengan amina maupun fenol.
- Pembuatan reagen kuprat dari organolitium atau Grignard, mengingat garam iodida ini menghasilkan spesies organotembaga yang selektif pada adisi konjugat.
- Katalisis aktivasi ikatan C–H, karena sistem berbasis tembaga menawarkan jalur fungsionalisasi langsung dengan biaya lebih terjangkau dibanding logam mulia.
| Merek | TCI (kode katalog C2163) |
|---|---|
| Nomor CAS | 7681-65-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > C-H Activation [Catalysis] |
| Ukuran kemasan | 25 g, 100 g, dan 500 g |
| Bentuk fisik | serbuk atau kristal berwarna putih hingga kecoklatan, peka terhadap cahaya |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan gelap dalam wadah tertutup rapat |
Simpan tembaga(I) iodida dalam wadah tertutup rapat yang terlindung dari cahaya, misalnya botol berwarna gelap atau kemasan yang dibungkus, di ruang sejuk dan kering. Paparan cahaya dan udara dalam waktu lama dapat menyebabkan perubahan warna menjadi kecoklatan akibat penguraian sebagian, sehingga bahan sebaiknya tidak dibiarkan terbuka di meja kerja. Gunakan spatula kering saat menimbang dan tutup kembali botol segera. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta kerjakan di lemari asam agar debu tidak terhirup. Kumpulkan limbah tembaga pada wadah limbah logam berlabel dan jangan dibuang ke saluran air.
- Baghmar dkk. (2008). Structural properties of silver iodide and copper iodide. Open Physics doi:10.2478/s11534-008-0085-2
- Neshat (2018). Advances In OLEDs With Copper Iodide Complexes. Science Trends doi:10.31988/scitrends.40942
- Yang dkk. (2024). Preparation and Ammonia Sensing of Copper Iodide Nanomaterials Combined with Copper Iodide‐Isopropanolamine Complexes. ChemistrySelect doi:10.1002/slct.202402808
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
