Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 289039-29-8

2-Chloro-5-iodobenzonitrile TCI C2212

2-Chloro-5-iodobenzonitrile TCI C2212

Identitas Kimia

No. CAS
289039-29-8
PubChem
CID 24721573·SID 87560107
Rumus molekul
C7H3ClIN
Berat molekul
263.46 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-chloro-5-iodobenzonitrile
SMILES
C1=CC(=C(C=C1I)C#N)Cl
InChIKey
RXNOBNYCCAEGJD-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00672973
Harga reguler Rp 823.200,00
Harga reguler Harga obral Rp 823.200,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

2-Chloro-5-iodobenzonitrile (TCI C2212) adalah blok bangunan aromatik non-heterosiklik yang membawa tiga gugus fungsi berbeda pada satu cincin benzena: atom klor, atom iodium, dan gugus nitril. Kombinasi ini menjadikannya bahan yang sangat dihargai dalam sintesis organik modern, khususnya kimia medisinal dan agrokimia. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai kerangka inti yang dapat dielaborasi bertahap, sehingga satu bahan awal dapat menurunkan banyak variasi struktur untuk keperluan penapisan senyawa aktif maupun kajian hubungan struktur dan aktivitas.

Nilai utamanya terletak pada reaktivitas ortogonal antar gugus. Ikatan karbon-iodium jauh lebih reaktif dibandingkan karbon-klorin dalam reaksi kopling silang berkatalis paladium, sehingga posisi iodium dapat difungsionalisasi lebih dahulu melalui Suzuki, Sonogashira, atau Negishi sementara klorin tetap utuh sebagai titik modifikasi tahap berikutnya. Gugus nitril sendiri merupakan gugus fungsi serbaguna yang dapat dihidrolisis menjadi asam karboksilat atau amida, direduksi menjadi amina, atau diubah menjadi tetrazol sebagai bioisoster asam karboksilat. Sifat penarik elektron nitril juga memengaruhi reaktivitas cincin secara terkendali.

Laboratorium sintesis organik di universitas dan industri farmasi Indonesia memanfaatkan senyawa semacam ini untuk membangun pustaka senyawa uji secara efisien. Kemasan 1 g dan 5 g yang disediakan AMI Scientific sesuai dengan pola kerja riset di Tanah Air, yaitu percobaan skala kecil untuk optimasi kondisi kopling terlebih dahulu, kemudian peningkatan skala secukupnya ketika rute sintesis sudah terbukti berjalan baik.

  • Reaksi kopling silang Suzuki-Miyaura pada posisi iodium, karena ikatan karbon-iodium teraktivasi lebih mudah sehingga menghasilkan biaril tersubstitusi dengan selektivitas yang baik.
  • Kopling Sonogashira untuk memasang gugus alkuna, sebab posisi iodium bereaksi pada kondisi ringan tanpa mengganggu atom klor maupun gugus nitril pada cincin.
  • Sintesis turunan tetrazol sebagai bioisoster asam karboksilat, karena gugus nitril dapat dikonversi dengan sumber azida pada kondisi sintesis yang telah mapan.
  • Pembuatan bahan antara agrokimia dan farmasi bertahap, karena tiga gugus fungsi berbeda memungkinkan strategi elaborasi berurutan dari satu kerangka awal.
  • Penyusunan pustaka senyawa untuk penapisan biologis, sebab satu bahan awal dapat menghasilkan banyak analog dengan variasi substituen yang terkontrol dan sistematis.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk C2212
Nomor CAS 289039-29-8
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik padatan pada suhu ruang; rincian tampilan tercantum pada label dan CoA kemasan
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, serta terlindung dari cahaya karena senyawa aril iodida umumnya peka cahaya

Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan gelap, sebaiknya menggunakan botol amber atau wadah asli produsen, karena senyawa aril iodida cenderung peka terhadap cahaya dan dapat berubah warna bila terpapar lama. Jauhkan dari sumber panas dan oksidator kuat. Lakukan penimbangan di lemari asam atau area berventilasi baik sambil mengenakan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan kacamata pelindung, sebab senyawa nitril aromatik sebaiknya diperlakukan sebagai bahan yang berpotensi mengiritasi. Bersihkan tumpahan segera dan buang limbah melalui jalur limbah kimia laboratorium.

—