Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 69113-59-3

3-Iodobenzonitrile TCI I0660

3-Iodobenzonitrile TCI I0660

Identitas Kimia

No. CAS
69113-59-3
PubChem
CID 144341·SID 87559003
Rumus molekul
C7H4IN
Berat molekul
229.02 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
3-iodobenzonitrile
SMILES
C1=CC(=CC(=C1)I)C#N
InChIKey
BGARPMGQRREXLN-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 2.466.450,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.466.450,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI I0660 3-Iodobenzonitrile merupakan isomer meta dari iodobenzonitril, yaitu senyawa aromatik dengan atom iodin dan gugus siano yang terpisah oleh satu posisi pada cincin benzena. Senyawa ini tergolong building block non-heterosiklik yang berperan penting sebagai bahan awal dalam pembangunan molekul kompleks di laboratorium sintesis. Fungsi utamanya adalah menyediakan titik reaksi aril halida yang mudah diaktifkan sekaligus gugus nitril yang dapat ditransformasi, sehingga satu bahan saja sudah membuka banyak kemungkinan jalur sintesis.

Keunggulan utama senyawa ini terletak pada pola substitusi meta yang menghasilkan geometri molekul berbeda dari isomer orto maupun para. Perbedaan geometri ini sangat berarti ketika peneliti merancang molekul dengan bentuk ruang tertentu, misalnya ligan, molekul target yang harus menempati rongga reseptor, atau unit penghubung pada material. Ikatan karbon–iodin tetap menjadi ikatan paling lemah dan paling reaktif dalam molekul, sehingga reaksi kopling dapat berlangsung secara selektif tanpa mengganggu gugus nitril. Bentuk padatnya memudahkan penanganan dan penimbangan pada skala kecil.

Laboratorium di Indonesia memanfaatkan bahan ini terutama pada riset kimia organik sintesis di perguruan tinggi serta lembaga penelitian yang mengembangkan senyawa bioaktif dan material baru. Ketersediaan varian kemasan 5g dan 25g memberi keleluasaan, baik untuk penelitian eksploratif yang hanya membutuhkan bahan sedikit maupun untuk sintesis berulang yang memerlukan pasokan lebih banyak. Konsistensi kualitas antar batch menjadi pertimbangan penting bagi peneliti yang menyiapkan hasil kerja untuk publikasi.

  • Reaksi kopling silang berkatalis paladium: atom iodin pada posisi meta memberi reaktivitas tinggi untuk membentuk ikatan karbon–karbon dengan berbagai mitra kopling organologam.
  • Sintesis ligan dan molekul penghubung: pola substitusi meta menghasilkan sudut ikatan khas yang diperlukan untuk membangun kerangka ligan maupun struktur supramolekul dengan geometri terkontrol.
  • Transformasi gugus nitril lanjutan: gugus siano dapat dihidrolisis menjadi asam karboksilat atau direduksi menjadi amina primer untuk memperpanjang jalur sintesis menuju molekul target.
  • Pembuatan senyawa antara riset farmasi: kerangka benzonitril tersubstitusi banyak dijumpai pada molekul bioaktif sehingga bahan ini menjadi titik awal sintesis yang efisien.
  • Studi perbandingan isomer posisi: peneliti memakainya berdampingan dengan isomer orto dan para untuk mengevaluasi pengaruh posisi substituen terhadap hasil reaksi dan sifat produk.

Merek TCI
Nomor CAS 69113-59-3
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5g, 25g
Bentuk fisik padatan kristalin
Penyimpanan wadah tertutup rapat, sejuk, kering, terlindung dari cahaya

Simpan bahan dalam wadah asli yang tertutup rapat di lemari bahan kimia yang sejuk, kering, dan gelap, karena senyawa organoiodin umumnya peka terhadap cahaya dalam penyimpanan jangka panjang. Jauhkan dari sumber panas, nyala api, dan bahan pengoksidasi kuat. Selama penimbangan gunakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, serta kerjakan di lemari asam agar debu halus tidak terhirup. Pastikan spatula dalam keadaan bersih dan kering untuk mencegah kontaminasi. Bersihkan area kerja setelah selesai dan kumpulkan limbah pada wadah limbah kimia berlabel sesuai prosedur laboratorium.

  • TAKAGI (1992). ChemInform Abstract: Novel Construction of 4H‐2,3‐Dihydro‐1,3‐benzothiazine Ring via Nickel( 0)‐Catalyzed Reaction of o‐Iodobenzamide or o‐Iodobenzonitrile with Thioureas.. ChemInform doi:10.1002/chin.199205198
  • Takagi (1990). Novel Construction of 4H-2,3-Dihydro-1,3-benzothiazine Ring via Nickel(0)-Catalyzed Reaction of o-Iodobenzamide or o-Iodobenzonitrile with Thioureas. Chemistry Letters doi:10.1246/cl.1990.2205
  • Rocha dkk. (2013). Thermodynamic and aromaticity studies for the assessment of the halogen⋯cyano interactions on Iodobenzonitrile. The Journal of Chemical Thermodynamics doi:10.1016/j.jct.2013.06.003

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.