TCI C2242 Cefazolin Sodium Salt adalah garam natrium dari sefazolin, antibiotik golongan sefalosporin generasi pertama yang tersedia sebagai reagen biokimia untuk keperluan penelitian laboratorium. Seperti antibiotik beta-laktam lainnya, sefazolin bekerja dengan mengganggu pembentukan dinding sel bakteri. Di laboratorium mikrobiologi, senyawa ini berperan sebagai bahan pembanding dan bahan uji dalam berbagai percobaan, mulai dari penentuan kepekaan bakteri, kajian mekanisme resistansi, hingga pengembangan metode analisis untuk penetapan kadar antibiotik dalam berbagai matriks sampel.
Sifat yang membuatnya dipilih adalah kelarutannya yang sangat baik dalam air sebagai garam natrium, sehingga larutan uji dengan konsentrasi terukur mudah disiapkan dan disaring secara steril tanpa memerlukan pelarut organik. Spektrum aktivitasnya terhadap bakteri Gram positif menjadikannya pembanding yang berguna dalam panel uji kepekaan. Sebagai bahan mutu reagen, konsistensi antar-batchnya membantu menjaga keterulangan hasil, satu hal yang sangat menentukan pada uji konsentrasi hambat minimum. Tersedia dalam kemasan 5 g dan 25 g yang sesuai untuk kebutuhan uji rutin maupun penelitian berskala lebih besar.
Di Indonesia, bahan ini banyak digunakan di laboratorium mikrobiologi klinik dan penelitian, laboratorium farmasi yang mengembangkan metode analisis, serta unit riset yang mengkaji pola resistansi antimikroba. Ketersediaan dua ukuran kemasan membantu laboratorium menyesuaikan pembelian dengan volume pengujian, sehingga bahan tidak tersimpan terlalu lama setelah dibuka. Bahan ini juga umum dipakai dalam penelitian pascasarjana bidang mikrobiologi dan analisis farmasi.
- Uji kepekaan antimikroba, karena sefalosporin generasi pertama merupakan komponen standar dalam panel pengujian sehingga hasilnya mudah dibandingkan antar-laboratorium.
- Penentuan konsentrasi hambat minimum, sebab kelarutannya yang baik dalam air memungkinkan pembuatan seri pengenceran yang akurat pada pelat mikro.
- Penelitian mekanisme resistansi beta-laktamase, mengingat senyawa ini menjadi substrat yang berguna untuk mengukur aktivitas enzim perusak cincin beta-laktam.
- Pengembangan dan validasi metode HPLC atau LC-MS, karena bahan mutu reagen dibutuhkan sebagai standar kerja dalam penetapan kadar dan uji stabilitas.
- Kajian stabilitas antibiotik pada berbagai kondisi, sebab profil degradasi beta-laktam sering menjadi objek penelitian formulasi dan penyimpanan sediaan farmasi.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 27164-46-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Antibiotics |
| Ukuran kemasan | 5 g dan 25 g |
| Bentuk fisik | serbuk berwarna putih hingga putih kekuningan |
| Penyimpanan | simpan dingin dan kering sesuai anjuran label; lindungi dari kelembapan dan cahaya |
Simpan serbuk dalam wadah asli tertutup rapat pada kondisi dingin dan kering sesuai anjuran label, terlindung dari cahaya dan kelembapan, karena cincin beta-laktam mudah terurai oleh air dan panas. Biarkan wadah menyesuaikan suhu ruang sebelum dibuka agar tidak terjadi pengembunan pada serbuk. Siapkan larutan segar sesaat sebelum digunakan, sterilkan dengan penyaringan membran alih-alih autoklaf, dan simpan sisa larutan dalam alikuot beku berlabel. Gunakan sarung tangan, jas laboratorium, kacamata pelindung, dan masker saat menimbang karena antibiotik dapat memicu reaksi alergi pada individu peka.
- Singh (2019). Pharmaceutical Composition of Cefazolin Sodium Coupled Silver Nanoparticles Dermal Gel with Improved Antibacterial Activity. International Journal of Psychosocial Rehabilitation doi:10.37200/ijpr/v23i4/pr190514
- Crucq (2000). Radiosensitivity study of cefazolin sodium. Talanta doi:10.1016/s0039-9140(00)00432-x
- How dkk. (1998). Stability of cefazolin sodium eye drops. Journal of Clinical Pharmacy and Therapeutics doi:10.1046/j.1365-2710.1998.00136.x
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
