Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 3759-28-2

2-Cyanophenylacetonitrile TCI C2247

2-Cyanophenylacetonitrile TCI C2247

Identitas Kimia

Nama lain
alpha-Cyano-o-tolunitrile · Homophthalonitrile
No. CAS
3759-28-2
PubChem
CID 77368·SID 87560232
Rumus molekul
C9H6N2
Berat molekul
142.16 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-(cyanomethyl)benzonitrile
SMILES
C1=CC=C(C(=C1)CC#N)C#N
InChIKey
GKHSEDFDYXZGCG-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00001895
Harga reguler Rp 477.750,00
Harga reguler Harga obral Rp 477.750,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI C2247 2-Cyanophenylacetonitrile adalah senyawa dinitril aromatik yang menempatkan gugus nitril langsung pada cincin benzena sekaligus gugus asetonitril pada posisi orto di sebelahnya. Susunan dua gugus siano yang berdekatan inilah yang menjadikannya building block bernilai tinggi bagi kimiawan sintesis, sebab jarak antarkeduanya sangat ideal untuk reaksi siklisasi intramolekul membentuk kerangka bisiklik. Di laboratorium organik, senyawa ini biasa dipakai sebagai titik awal pembuatan turunan isokuinolin, isoindol, aminonaftalena, dan berbagai kerangka nitrogen heterosiklik lain yang sulit disusun dari bahan sederhana.

Sifat yang membuatnya dipilih adalah keasaman proton metilena di antara cincin aromatik dan gugus nitril. Proton tersebut relatif mudah dilepaskan oleh basa sedang, menghasilkan karbanion terstabilisasi yang siap bereaksi dengan aldehida, keton, alkil halida, maupun elektrofil lain melalui kondensasi Knoevenagel dan alkilasi. Setelah karbanion terbentuk, gugus nitril aromatik di posisi orto berada tepat pada jangkauan serangan intramolekul, sehingga penutupan cincin sering berlangsung dalam satu wadah reaksi. Bentuk padatannya stabil pada kondisi penyimpanan biasa dan mudah ditimbang secara akurat.

Laboratorium riset kimia organik dan farmasi di Indonesia memanfaatkan senyawa ini terutama pada penelitian sintesis heterosiklik dan penyusunan pustaka senyawa untuk uji aktivitas biologis. Ketersediaan dua pilihan kemasan, 5 g dan 25 g, memudahkan penyesuaian dengan skala kerja: kemasan kecil untuk penjajakan kondisi reaksi dan penelitian tugas akhir mahasiswa, sedangkan kemasan besar untuk kelompok riset yang menjalankan reaksi berulang atau memerlukan produk dalam jumlah lebih banyak untuk tahap karakterisasi lanjutan.

  • Sintesis kerangka isokuinolin dan isoindol, memanfaatkan posisi orto kedua gugus siano yang sangat mendukung reaksi siklisasi intramolekul secara efisien.
  • Kondensasi Knoevenagel dengan aldehida aromatik, karena proton metilenanya cukup asam untuk dideprotonasi basa organik sedang tanpa kondisi ekstrem.
  • Pembuatan turunan aminonaftalena dan aminoindena melalui reaksi tandem alkilasi-siklisasi yang menghasilkan sistem cincin terfusi dalam satu prosedur.
  • Penyusunan pustaka senyawa heterosiklik untuk penapisan aktivitas biologis, sebab satu bahan awal dapat menghasilkan banyak variasi produk turunan.
  • Prekursor ftalimida dan asam ftalat tersubstitusi, melalui hidrolisis atau reduksi terkendali kedua gugus nitril sesuai kebutuhan penelitian yang dijalankan.

Merek TCI
Nomor CAS 3759-28-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik padatan kristalin
Penyimpanan wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya

Bahan ini sebaiknya disimpan dalam botol aslinya yang tertutup rapat dan diletakkan di lemari bahan kimia yang sejuk, kering, serta memiliki sirkulasi udara memadai. Hindari penyimpanan berdampingan dengan asam kuat, basa kuat, maupun oksidator karena gugus nitril dapat bereaksi pada kondisi tersebut. Lakukan penimbangan di lemari asam untuk mencegah terhirupnya partikel halus, dan kenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, serta jas laboratorium selama penanganan. Tutup kembali wadah segera setelah pengambilan agar bahan tidak menyerap uap air. Kumpulkan sisa bahan dan limbah reaksi dalam wadah limbah kimia berlabel untuk diolah sesuai prosedur laboratorium.

—