Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 23325-78-2

Cephalexin Monohydrate TCI C2248

Cephalexin Monohydrate TCI C2248
Harga reguler Rp 1.644.300,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.644.300,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI C2248 Cephalexin Monohydrate adalah antibiotik golongan sefalosporin generasi pertama yang tersedia dalam bentuk monohidrat untuk keperluan laboratorium. Senyawa ini bekerja dengan menghambat sintesis dinding sel bakteri, khususnya tahap penautan silang peptidoglikan yang dijalankan oleh penicillin-binding protein. Di laboratorium mikrobiologi dan bioteknologi, sefaleksin dipakai sebagai reagen standar untuk uji kepekaan antibiotik, sebagai komponen selektif pada media pertumbuhan, serta sebagai bahan pembanding pada analisis farmasi. Kehadirannya penting bagi laboratorium yang menjalankan pengujian rutin maupun penelitian resistensi antimikroba.

Karakteristik yang membuatnya banyak dipilih adalah spektrum aktivitas yang menonjol terhadap bakteri Gram-positif serta sebagian bakteri Gram-negatif, dipadukan dengan kestabilan yang baik sebagai padatan monohidrat. Bentuk monohidrat memberikan kandungan air kristal yang tetap, sehingga bobot yang ditimbang lebih konsisten dibandingkan bentuk yang mudah menyerap kelembapan lingkungan. Cincin beta-laktamnya merupakan pusat aktivitas sekaligus bagian yang paling sensitif terhadap panas, kelembapan, dan pH ekstrem, sehingga penanganan yang tepat sangat menentukan keterulangan hasil eksperimen. Kelarutannya dalam air memadai untuk penyiapan larutan induk.

Di Indonesia, sefaleksin banyak digunakan pada laboratorium mikrobiologi rumah sakit, laboratorium pengujian mutu farmasi, program studi farmasi dan biologi, serta laboratorium kesehatan hewan. Kemasan 5 g sesuai untuk penyiapan larutan induk dan uji berskala kecil, sedangkan kemasan 25 g lebih ekonomis bagi laboratorium yang membuat media selektif secara rutin atau menjalankan surveilans resistensi antimikroba dengan jumlah isolat besar sepanjang tahun.

  • Uji kepekaan antimikroba metode difusi cakram dan dilusi, karena sefaleksin merupakan antibiotik acuan penting untuk mengevaluasi profil resistensi isolat klinis.
  • Komponen media kultur selektif, sebab kemampuannya menekan pertumbuhan bakteri tertentu membantu mengisolasi mikroorganisme sasaran dari sampel campuran yang kompleks.
  • Penelitian mekanisme resistensi beta-laktam, karena senyawa ini menjadi substrat yang berguna untuk mempelajari aktivitas enzim beta-laktamase pada berbagai isolat.
  • Bahan pembanding pada analisis HPLC dan spektrofotometri di laboratorium pengujian mutu sediaan farmasi yang memerlukan senyawa acuan berkualitas konsisten.
  • Studi formulasi dan pelepasan obat pada riset farmasetika, memanfaatkan kelarutan dan kestabilannya yang telah banyak terdokumentasi dalam literatur ilmiah.

Merek TCI
Nomor CAS 23325-78-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Biochemicals and Reagents > Antibiotics
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik serbuk kristalin
Penyimpanan tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya dan kelembapan

Simpan sefaleksin monohidrat dalam wadah aslinya yang tertutup rapat pada tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya langsung serta kelembapan tinggi yang dapat mempercepat penguraian cincin beta-laktam. Banyak laboratorium menyimpannya di lemari pendingin untuk menjaga potensi dalam jangka panjang. Larutan induk sebaiknya dibuat segar, disterilkan dengan penyaring membran alih-alih pemanasan, lalu disimpan beku dalam alikuot kecil agar terhindar dari siklus beku-cair berulang. Gunakan sarung tangan, masker, dan jas laboratorium saat menimbang karena antibiotik dapat memicu reaksi sensitisasi pada individu tertentu. Buang limbah antibiotik melalui jalur khusus, tidak langsung ke saluran pembuangan umum.

  • Symes dkk. (2009). An Appraisal of Cephalexin Monohydrate Levels in Semen and Prostatic Tissue. Chemotherapy doi:10.1159/000221815
  • McDonald dkk. (2019). Crystallization Kinetics of Cephalexin Monohydrate in the Presence of Cephalexin Precursors. Crystal Growth & Design doi:10.1021/acs.cgd.9b00429
  • Owusu-Ababio dkk. (1996). Formulation and release kinetics of cephalexin monohydrate from biodegradable polymeric microspheres. Journal of Microencapsulation doi:10.3109/02652049609052907

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.