TCI C2256 Clindamycin Hydrochloride Monohydrate adalah bentuk garam hidroklorida monohidrat dari klindamisin, sebuah antibiotik golongan linkosamida yang merupakan turunan semisintetik linkomisin. Senyawa ini menghambat sintesis protein bakteri dengan mengikat subunit ribosom 50S, khususnya pada situs yang berdekatan dengan tempat kerja makrolida. Di laboratorium mikrobiologi, klindamisin banyak dipakai untuk pengujian kepekaan antimikroba, terutama terhadap bakteri anaerob dan kokus Gram-positif, serta untuk mendeteksi pola resistensi yang penting secara klinis melalui uji khusus di cawan agar.
Sifat yang membuatnya banyak dipilih adalah kelarutan yang baik dalam air berkat bentuk garam hidrokloridanya, sehingga penyiapan larutan induk berlangsung cepat dan tidak memerlukan pelarut organik. Bentuk monohidrat memberikan kandungan air kristal yang tetap, membuat penimbangan lebih konsisten dan perhitungan konsentrasi lebih dapat dipercaya. Aktivitasnya menonjol terhadap bakteri anaerob seperti Bacteroides dan Clostridium, serta terhadap Staphylococcus dan Streptococcus. Kemampuannya menghambat produksi toksin bakteri pada kadar subinhibitorik juga menjadikannya bahan menarik untuk penelitian faktor virulensi mikroba.
Di Indonesia, klindamisin hidroklorida digunakan pada laboratorium mikrobiologi rumah sakit, laboratorium pengujian mutu sediaan farmasi, program studi farmasi, serta penelitian resistensi antimikroba. Pilihan kemasan 5 g dan 25 g memudahkan penyesuaian dengan volume kerja masing-masing laboratorium. Kemasan kecil sesuai untuk penyiapan larutan induk pada laboratorium riset, sedangkan kemasan besar lebih tepat bagi laboratorium rujukan yang menjalankan uji kepekaan dalam jumlah besar setiap bulan.
- Uji kepekaan antimikroba terhadap bakteri anaerob, karena klindamisin merupakan salah satu antibiotik acuan utama pada panel pengujian organisme anaerobik.
- Uji D-zone untuk mendeteksi resistensi klindamisin terinduksi, sebuah pemeriksaan penting yang memandu keputusan terapi pada infeksi stafilokokus.
- Penelitian penghambatan produksi toksin bakteri, memanfaatkan kemampuan klindamisin menekan sintesis protein virulensi bahkan pada konsentrasi di bawah penghambatan.
- Bahan pembanding analisis kuantitatif dengan HPLC atau mikrobiologis di laboratorium pengujian mutu sediaan farmasi yang memerlukan senyawa acuan konsisten.
- Komponen media selektif untuk isolasi mikroorganisme tertentu, karena spektrumnya yang terarah mampu menekan flora pengganggu dalam sampel campuran.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 58207-19-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Antibiotics |
| Ukuran kemasan | 5 g dan 25 g |
| Bentuk fisik | serbuk kristalin |
| Penyimpanan | tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya dan kelembapan |
Simpan klindamisin hidroklorida monohidrat dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya serta kelembapan tinggi karena garam antibiotik cenderung menyerap uap air dan menggumpal. Banyak laboratorium memilih menyimpannya di lemari pendingin untuk menjaga potensi jangka panjang. Larutan induk dalam air sebaiknya disaring dengan membran steril, dibagi menjadi alikuot kecil, lalu disimpan beku agar tidak mengalami siklus beku-cair berulang. Gunakan sarung tangan, masker, kacamata pelindung, dan jas laboratorium saat menimbang, sebab paparan berulang serbuk antibiotik dapat menimbulkan sensitisasi. Buang limbah melalui jalur limbah antibiotik.
- Onyegbula dkk. (2024). Toxic effects of clindamycin-hydrochloride in healthy rodents. Nigerian Journal of Pharmaceutical Research doi:10.4314/njpr.v19i2.4
- Ravikumar dkk. (2010). Clindamycin hydrochloride monohydrate and its ethanol solvate. Acta Crystallographica Section C Crystal Structure Communications doi:10.1107/s0108270110000958
- Batzias dkk. (2005). Clindamycin bioavailability and pharmacokinetics following oral administration of clindamycin hydrochloride capsules in dogs. The Veterinary Journal doi:10.1016/j.tvjl.2004.06.007
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
