(R)-4-Chloromethyl-2,2-dimethyl-1,3-dioxolane adalah senyawa kimia yang digunakan dalam sintesis asimetris untuk menghasilkan senyawa dengan struktur chirality tertentu. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia yang memerlukan kontrol stereokimia yang presisi, terutama dalam pembuatan senyawa farmakologis dan bahan kimia organik kompleks. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai blok bangunan chiral yang sangat penting untuk membangun struktur molekul yang memiliki aktivitas biologis spesifik.
Senyawa ini memiliki struktur molekul yang stabil dan reaktivitas yang cukup baik, sehingga dapat digunakan dalam berbagai kondisi reaksi kimia. Karakteristik utamanya adalah kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi substitusi nukleofilik, yang memungkinkan pembentukan senyawa baru dengan konfigurasi chirality yang diinginkan. Karena sifat ini, senyawa ini dipilih sebagai bahan utama dalam penelitian sintesis asimetris yang memerlukan presisi tinggi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmakologi dan sintesis senyawa aktif biologis. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini sebagai bahan dasar untuk eksperimen yang memerlukan kontrol stereokimia. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan para peneliti untuk mengakses bahan ini secara langsung tanpa harus mengimpor dari luar negeri.
- Sintesis senyawa farmakologis memerlukan kontrol stereokimia yang presisi
- Pembuatan senyawa chiral untuk pengujian aktivitas biologis
- Reaksi kimia organik yang membutuhkan blok bangunan chiral
- Penelitian dalam bidang kimia asimetris untuk pengembangan obat baru
- Eksperimen kimia untuk studi reaktivitas dan struktur molekul
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 57044-24-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Asymmetric Synthesis > Chiral Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung dan sumber panas. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan yang tahan terhadap reaksi kimia, seperti plastik atau gelas. Dalam penanganan, perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Penyimpanan yang tepat akan memastikan kualitas dan keamanan senyawa selama masa penggunaan.
—
