4-Chloro-3-fluorophenol adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam proses pembuatan obat, bahan kimia industri, dan bahan baku untuk senyawa fluorinasi. Dalam laboratorium, senyawa ini digunakan sebagai bahan dasar atau building block untuk reaksi substitusi halogen dan fluorinasi.
Karakteristik utama dari 4-Chloro-3-fluorophenol adalah struktur aromatiknya yang stabil dan kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi kimia berbagai jenis. Kehadiran klorin dan fluorin pada posisi tertentu memberikan sifat reaktivitas yang unik, menjadikannya pilihan ideal dalam sintesis senyawa dengan sifat spesifik. Senyawa ini juga memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik, sehingga mudah digunakan dalam berbagai kondisi laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, 4-Chloro-3-fluorophenol sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmasi dan material. Bahan ini juga menjadi bagian dari program penelitian yang memerlukan senyawa dengan substitusi halogen dan fluorin. Ketersediaannya di pasar lokal membuatnya mudah diakses oleh peneliti dan institusi pendidikan.
- Sintesis senyawa farmakologis yang membutuhkan substitusi halogen dan fluorin
- Reaksi substitusi halogen untuk pembuatan senyawa aromatik kompleks
- Pengembangan bahan kimia industri dengan sifat spesifik
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa fluorinasi dalam kondisi tertentu
- Produksi bahan baku untuk senyawa organik dengan struktur kompleks
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 348-60-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
4-Chloro-3-fluorophenol harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber cahaya langsung serta kelembapan tinggi. Bahan ini bersifat kimia yang relatif stabil, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Penggunaannya sebaiknya dilakukan dalam lingkungan laboratorium yang terkontrol, dengan perlengkapan pelindung seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Penyimpanan yang tepat akan memastikan kualitas dan keamanan bahan dalam jangka waktu yang lebih lama.
—

