Chloridazon, dengan nomor CAS 1698-60-8, adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, terutama dalam bidang biologi sel dan nutrisi. Bahan ini sering digunakan sebagai agen penghambat enzim, yang berperan dalam studi metabolisme dan reaksi biokimia di dalam sel. Dalam laboratorium, Chloridazon digunakan untuk memahami mekanisme kerja enzim tertentu dan dampaknya terhadap reaksi kimia dalam lingkungan biologis.
Chloridazon memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat atau aseton. Sifat ini memungkinkan senyawa ini digunakan dalam berbagai eksperimen yang memerlukan reaktivitas dan presisi tinggi. Selain itu, kekhasan struktur kimianya membuatnya menjadi pilihan ideal dalam penelitian yang memerlukan penghambatan spesifik terhadap enzim tertentu.
Di laboratorium Indonesia, Chloridazon sering digunakan dalam penelitian terkait nutrisi dan metabolisme sel. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan bahan ini untuk memperluas pemahaman tentang interaksi antara nutrisi dan fungsi sel. Ketersediaan bahan ini memudahkan para peneliti dalam mengakses alat dan bahan yang diperlukan untuk eksperimen ilmiah yang kompleks.
- Penelitian tentang penghambatan enzim dalam metabolisme sel
- Studi tentang efek senyawa kimia pada aktivitas biokimia
- Eksperimen untuk mengidentifikasi mekanisme reaksi enzimatik
- Pengujian kinerja senyawa dalam lingkungan biologis tertentu
- Penelitian terkait nutrisi dan interaksi molekuler dalam sel
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1698-60-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Cell Biology > Nutrition Research |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung |
Chloridazon harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk menjaga stabilitas kimianya. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau gelas. Dalam penanganan, harus diperhatikan kehati-hatian karena senyawa ini dapat bersifat iritatif. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat mengolah bahan ini.
- Chabera dkk. (2021). The effect of chronic exposure to chloridazon and its degradation product chloridazon-desphenyl on signal crayfish Pacifastacus leniusculus. Ecotoxicology and Environmental Safety doi:10.1016/j.ecoenv.2020.111645
- European Food Safety Authority (EFSA) (2007). Conclusion regarding the peer review of the pesticide risk assessment of the active substance chloridazon. EFSA Journal doi:10.2903/j.efsa.2007.108r
- Ghorbani dkk. (2020). Detection of Chloridazon in Aqueous Matrices Using a Nano-Sized Chloridazon-Imprinted Polymer-Based Voltammetric Sensor. International Journal of Electrochemical Science doi:10.20964/2020.04.17
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
