2-Chloro-3-nitrotoluene adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam sintesis senyawa aromatik kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai komponen penting dalam pembuatan senyawa obat, bahan kimia industri, atau senyawa organik lainnya. Dalam konteks laboratorium, senyawa ini memiliki peran kritis dalam reaksi substitusi dan reaksi nitrasasi, yang memungkinkan pembentukan senyawa dengan struktur lebih kompleks.
Senyawa ini memiliki sifat kimia yang stabil, tetapi tetap sensitif terhadap kondisi lingkungan tertentu. Struktur molekulnya yang terdiri dari gugus kloro dan nitro memberikan sifat reaktivitas yang tinggi, sehingga memungkinkan reaksi kimia yang spesifik. Karakteristik ini menjadikannya pilihan yang tepat untuk aplikasi yang membutuhkan presisi dan kontrol tinggi dalam proses sintesis.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia, pengembangan produk farmasi, dan pengujian bahan kimia. Ketersediaannya di pasar lokal melalui distributor seperti AMI Scientific memudahkan para peneliti dan ilmuwan untuk mengakses bahan ini dengan mudah dan terjangkau.
- Sintesis senyawa obat dengan struktur kompleks karena sifat reaktivitasnya yang tinggi
- Reaksi nitrasasi untuk menghasilkan senyawa aromatik dengan substitusi nitro
- Pengembangan bahan kimia industri seperti pewarna dan bahan plastik
- Penelitian kimia organik untuk memahami mekanisme reaksi kimia
- Uji kualitas bahan kimia dalam industri farmasi dan produksi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 3970-40-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari sinar matahari langsung |
2-Chloro-3-nitrotoluene harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara, serta jauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat sensitif terhadap kelembapan dan oksidasi, sehingga perlu dihindari kontak dengan udara terbuka. Penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker respirator sangat dianjurkan untuk menghindari paparan langsung.
—
