2-Cyanobenzyl Chloride (TCI C2656) adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini memiliki struktur kimia yang mengandung gugus klorida dan gugus sianil, sehingga sangat penting dalam reaksi substitusi dan pembentukan senyawa baru. Produk ini sering digunakan dalam laboratorium kimia untuk menghasilkan senyawa dengan aktivitas biologis atau sifat kimia tertentu.
2-Cyanobenzyl Chloride memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat reaktif terhadap berbagai kondisi seperti suhu tinggi atau kelembapan. Bahan ini memiliki aroma yang tajam dan beracun jika terhirup, sehingga memerlukan penanganan yang hati-hati. Karena sifat reaktivitasnya, senyawa ini dipilih karena kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia yang menghasilkan produk dengan struktur yang kompleks.
Di laboratorium Indonesia, 2-Cyanobenzyl Chloride digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam sintesis senyawa farmakologis dan bahan kimia industri. Bahan ini juga sering ditemukan dalam penelitian tentang senyawa dengan aktivitas antioksidan atau antikanker, yang menjadi fokus utama di berbagai institusi penelitian dan perguruan tinggi di Indonesia.
- Sintesis senyawa organik kompleks untuk pengembangan obat dan bahan kimia industri
- Reaksi substitusi klorida dalam pembentukan senyawa heterosiklik
- Penelitian tentang senyawa dengan aktivitas biologis seperti antioksidan dan antikanker
- Pengembangan bahan kimia untuk industri kosmetik dan bahan tambahan makanan
- Uji katalis dan reaktivitas dalam reaksi kimia organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 612-13-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
2-Cyanobenzyl Chloride harus disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari sumber panas serta kelembapan. Bahan ini bersifat reaktif dan beracun, sehingga harus ditangani dengan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Penyimpanan yang tepat akan memperpanjang masa pakai dan meminimalkan risiko kecelakaan di laboratorium.
—
