Cefoperazone adalah sebuah antibiotik dari keluarga cephalosporin generasi kedua yang digunakan dalam berbagai eksperimen biokimia dan penelitian mikrobiologi. Produk ini memiliki aktivitas antibakteri yang kuat terhadap berbagai bakteri Gram-negatif, termasuk Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, dan Pseudomonas aeruginosa. Dalam laboratorium, cefoperazone sering digunakan sebagai agen selektif untuk menghambat pertumbuhan bakteri tertentu, serta sebagai bahan baku dalam pembuatan media nutrisi atau reagen untuk uji sensitivitas bakteri.
Cefoperazone memiliki struktur molekuler yang stabil dan daya larut yang baik dalam pelarut organik seperti etanol dan aseton. Produk ini juga memiliki sifat kimia yang tidak mudah terdegradasi, sehingga memungkinkan penyimpanan dalam jangka waktu yang relatif lama. Karena sifatnya yang tidak beracun dan relatif aman dalam penggunaan yang tepat, cefoperazone menjadi pilihan yang populer dalam berbagai eksperimen laboratorium.
Di Indonesia, cefoperazone digunakan secara luas dalam laboratorium penelitian kesehatan, farmasi, dan bioteknologi. Bahan ini sangat relevan dalam penelitian mengenai efektivitas antibiotik, pengembangan obat baru, serta uji laboratorium untuk pengendalian infeksi. Ketersediaan produk ini mendukung kebutuhan penelitian lokal yang berkualitas tinggi.
- Uji sensitivitas bakteri untuk menentukan efektivitas antibiotik
- Pembuatan media nutrisi khusus untuk isolasi bakteri tertentu
- Pengujian aktivitas antibakteri dalam penelitian farmakologi
- Penelitian tentang mekanisme kerja antibiotik cephalosporin
- Pengembangan reagen untuk analisis mikrobiologis di laboratorium kesehatan
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 62893-19-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Antibiotics |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Cefoperazone harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, di tempat yang sejuk dan kering, serta jauh dari paparan cahaya matahari langsung. Karena bersifat kimia, produk ini harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Pastikan bahwa produk tidak terkontaminasi oleh bahan lain, dan simpan di area yang terpisah dari bahan kimia berbahaya lainnya.
- Chandrasekar dkk. (1991). In-vitro susceptibility of cefoperazone-susceptible and -resistant gram-negative rods to cefoperazone plus sulbactam, other beta-lactams, aminoglycosides and quinolone. Infection doi:10.1007/bf01643761
- (2022). Cefoperazone/sulbactam/cefoperazone/tazobactam. Reactions Weekly doi:10.1007/s40278-022-15023-9
- Knapp dkk. (1990). Comparative in vitro activity of cefoperazone and various combinations of cefoperazone/sulbactam. Diagnostic Microbiology and Infectious Disease doi:10.1016/0732-8893(90)90053-x
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
