Chloroethane (ca. 15% in Tetrahydrofuran, ca. 2.0mol/L) dari TCI adalah larutan kloroetana, atau etil klorida, dalam pelarut tetrahidrofuran (THF). Kloroetana murni berupa gas pada suhu ruang sehingga sulit ditakar secara tepat di laboratorium biasa. Dengan menyediakannya dalam bentuk larutan berkonsentrasi tertentu, TCI memudahkan peneliti menggunakan kloroetana sebagai sumber gugus etil dalam reaksi alkilasi dan sintesis organik tanpa memerlukan peralatan penanganan gas khusus.
Keunggulan utama produk ini adalah kepraktisannya. Larutan dapat diambil menggunakan syringe atau kanula, sehingga jumlah reagen dapat dihitung berdasarkan volume dengan konsentrasi perkiraan sebagaimana tercantum pada nama produk. Pelarut THF sendiri merupakan eter siklik yang sangat umum dipakai dalam kimia organologam, termasuk pembuatan reagen Grignard, sehingga larutan ini dapat langsung masuk ke dalam banyak prosedur sintesis tanpa pergantian pelarut. Kloroetana berperan sebagai elektrofil sederhana untuk memasang gugus etil pada nukleofil seperti amina, alkoksida, tiolat, atau karbanion.
Di Indonesia, produk ini relevan bagi laboratorium kimia organik sintetik di universitas, lembaga riset, dan unit pengembangan proses di industri kimia dan farmasi yang memerlukan reaksi etilasi dalam skala kecil. Kemasan 100mL cukup untuk serangkaian percobaan optimasi. Karena mengandung bahan mudah menyala dan mudah menguap, laboratorium pengguna sebaiknya memiliki lemari asam yang memadai, teknik kerja bebas udara, dan tempat penyimpanan bahan mudah terbakar yang sesuai.
Brosur TCI (PDF)
- Safely Handleable Volatile Solutions 2024-05-02 · hal. 2
- DualSeal ― Airtight-Double-Cap Bottled Reagents 2024-08-13 · hal. 4
Produk TCI terkait
- Chloroethane (ca. 15% in N,N-Dimethylformamide, ca. 2 mol/L), CAS 75-00-3, TCI C4176
- Chloroethane (ca. 17% in Ethyl Ether, ca. 2.0mol/L), CAS 75-00-3, TCI C2882
- 3-Methyl-1-butene (ca 125% in Tetrahydrofuran, ca 15mol/L), CAS 563-45-1, TCI M2565
- 1-Butene (ca. 8% in Tetrahydrofuran, ca. 1.3 mol/L), CAS 106-98-9, TCI B6535
- Isobutene (ca. 15% in Tetrahydrofuran), CAS 115-11-7, TCI I0911
- Vinyl Bromide (ca. 12% in Tetrahydrofuran, ca. 1.0mol/L), CAS 593-60-2, TCI V0127
- Reaksi etilasi nukleofil: kloroetana bertindak sebagai elektrofil sederhana sehingga dapat memasang gugus etil pada amina, fenoksida, tiolat, atau karbanion dalam sintesis organik.
- Pembuatan reagen Grignard etil: larutan dalam THF sesuai untuk reaksi dengan magnesium, karena THF adalah pelarut standar dalam pembuatan dan penggunaan reagen Grignard.
- Sintesis garam amonium kuaterner dan cairan ionik: alkilasi amina tersier atau heterosiklik dengan kloroetana menghasilkan garam etil yang berguna sebagai prekursor cairan ionik.
- Penakaran reagen gas secara praktis: bentuk larutan memungkinkan pengambilan dengan syringe, sehingga stoikiometri dapat dihitung tanpa harus menangani gas kloroetana secara langsung.
- Studi mekanisme substitusi nukleofilik: sebagai alkil halida primer sederhana, kloroetana menjadi substrat model untuk mempelajari reaktivitas SN2 dan pengaruh pelarut.
| Merek | TCI (kode produk C2883) |
|---|---|
| Nomor CAS | 75-00-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 100mL |
| Bentuk fisik | larutan dalam tetrahidrofuran (ca. 15%, ca. 2.0mol/L) |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, jauh dari sumber api, wadah tertutup rapat sesuai label TCI |
Larutan ini sangat mudah menyala karena mengandung kloroetana dan THF yang keduanya mudah menguap. Simpan di lemari bahan mudah terbakar yang sejuk dan berventilasi, jauh dari panas, percikan api, dan oksidator. THF dapat membentuk peroksida bila lama terpapar udara, sehingga wadah harus selalu tertutup rapat, sebaiknya di bawah gas inert, dan dicatat tanggal pembukaannya. Ambil larutan dengan syringe atau kanula di lemari asam, gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas lab tahan api. Baca SDS sebelum digunakan.
—








