2-(4-Klorofenil)-4,5-diphenylimidazole adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai aplikasi penelitian di bidang ilmu hayat. Senyawa ini sering ditemukan dalam proses deteksi dan hibridisasi asam nukleat, terutama dalam studi tentang interaksi molekuler dan pengembangan teknik diagnostik. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan bantu yang memungkinkan pengamatan lebih akurat terhadap struktur dan fungsi molekul biologis.
Karakteristik utama senyawa ini adalah kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai jenis molekul, terutama molekul yang memiliki struktur fenil dan imidazol. Sifat ini membuatnya sangat cocok untuk digunakan dalam reaksi kimia yang memerlukan spesifisitas tinggi. Selain itu, senyawa ini memiliki stabilitas yang baik dalam kondisi laboratorium yang terkontrol, sehingga memudahkan penggunaan dan penyimpanan.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian terkait genetika, biokimia, dan diagnostik molekuler. Karena keberadaannya yang relatif langka di pasar lokal, senyawa ini sering diimpor dan digunakan oleh institusi penelitian dan universitas untuk keperluan penelitian yang membutuhkan bahan kimia spesifik.
- Deteksi asam nukleat untuk mempercepat analisis genetik dan diagnosis penyakit
- Hibridisasi molekul untuk memahami interaksi protein dan asam nukleat
- Pengembangan reagen untuk teknik PCR dan hybridisasi DNA
- Penelitian interaksi molekuler dalam studi obat dan farmakologi
- Analisis struktur molekuler untuk studi kimia organik dan biokimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 5496-32-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Molecular Biology > Nucleic Acid Detection and Hybridization |
| Ukuran kemasan | 200mg |
| Bentuk fisik | Serbuk padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindungi dari cahaya langsung untuk menjaga stabilitasnya. Simpan di suhu kamar dan jauh dari bahan kimia yang bersifat reaktif. Dalam penggunaan, pastikan lingkungan laboratorium tetap bersih dan terkontrol. Gunakan sarung tangan dan alat pelindung lainnya untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata.
—

