2-Chloro-4-methoxytoluene adalah senyawa kimia organik yang digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai reaksi kimia sintetik. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai aplikasi industri dan penelitian, terutama dalam pembuatan senyawa kompleks yang memerlukan substitusi klorin dan metoksil. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan pembangun yang sangat penting untuk pengembangan senyawa baru, termasuk obat-obatan, bahan kimia industri, dan bahan material.
Karena struktur kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, 2-Chloro-4-methoxytoluene menjadi pilihan utama dalam reaksi substitusi dan reaksi kimia lainnya. Senyawa ini memiliki daya tarik karena kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai jenis reaksi, seperti reaksi nucleofilik dan elektrofilik. Ketersediaannya dalam bentuk kemasan yang beragam juga memudahkan penggunaan dalam berbagai skala eksperimen.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang sintesis senyawa kompleks dan pengembangan bahan kimia baru. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan bahan ini untuk eksperimen yang memerlukan bahan baku yang kualitas tinggi dan konsistensi.
- Pengembangan senyawa obat-obatan melalui sintesis kimia kompleks
- Penelitian dalam bidang kimia organik untuk pembuatan senyawa baru
- Eksperimen reaksi substitusi klorin dan metoksil dalam struktur aromatik
- Pengujian sifat kimia senyawa aromatik dalam lingkungan laboratorium
- Sintesis bahan kimia industri yang memerlukan substitusi fungsi tertentu
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 54788-38-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat (bentuk kristal atau serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
2-Chloro-4-methoxytoluene harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik dengan tutup rapat. Senyawa ini tidak bersifat korosif, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Dalam penggunaan, pastikan area kerja dilengkapi dengan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung.
—


