Ceftibuten Hidrat TCI C3391 adalah senyawa antibiotik yang digunakan dalam berbagai eksperimen laboratorium terkait mikrobiologi dan farmakologi. Sebagai salah satu anggota keluarga antibiotik sefalosporin generasi ketiga, Ceftibuten Hidrat memiliki aktivitas antibakteri yang kuat terhadap bakteri gram positif dan gram negatif, terutama yang resisten terhadap antibiotik lain. Produk ini sering digunakan dalam penelitian untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri, serta dalam pengujian efektivitas antibiotik.
Ceftibuten Hidrat memiliki struktur kimia yang stabil dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etanol dan aseton. Sifat ini memudahkan proses pemrosesan dan penggunaan dalam berbagai aplikasi laboratorium. Selain itu, senyawa ini memiliki daya tahan terhadap degradasi oleh enzim dan lingkungan, sehingga memperpanjang masa simpan dan meminimalkan risiko kontaminasi.
Di laboratorium Indonesia, Ceftibuten Hidrat digunakan secara luas dalam penelitian kesehatan masyarakat, farmasi, dan mikrobiologi. Produk ini menjadi bagian penting dalam pengembangan obat baru, pengujian antibiotik, serta penelitian tentang resistensi bakteri. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan para peneliti untuk mengakses bahan yang diperlukan tanpa harus mengimpor dari luar negeri.
- Pengujian aktivitas antibakteri terhadap berbagai strain bakteri
- Penelitian tentang mekanisme kerja antibiotik sefalosporin
- Pengembangan dan uji coba obat baru untuk infeksi bakteri
- Identifikasi bakteri dalam sampel lingkungan dan medis
- Studi tentang resistensi antibiotik di berbagai populasi bakteri
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 118081-37-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Antibiotics |
| Ukuran kemasan | 25mg, 100mg |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Ceftibuten Hidrat harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di lingkungan yang sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung dan kelembapan. Penggunaan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia dianjurkan untuk mencegah kontaminasi. Dalam penanganan, perlu diperhatikan kehati-hatian untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata, serta penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung.
—
