Cyazofamid adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian bidang nutrisi dan biologi sel. Bahan ini termasuk dalam kategori senyawa aktif yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan mikroba tertentu, terutama jamur. Dalam laboratorium, Cyazofamid sering digunakan sebagai bahan bantu dalam eksperimen yang berkaitan dengan pengendalian pertumbuhan mikroba dan pengujian efektivitas senyawa penghambat pertumbuhan. Sebagai bahan kimia yang memiliki aktivitas biologis, Cyazofamid juga digunakan dalam penelitian tentang mekanisme pertahanan sel terhadap infeksi.
Cyazofamid memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat dan aseton. Karakteristik ini membuatnya mudah digunakan dalam berbagai metode analisis kimia dan biokimia. Selain itu, senyawa ini memiliki kestabilan termal yang baik, sehingga cocok untuk penyimpanan dan penggunaan dalam kondisi laboratorium yang bervariasi. Karena sifatnya yang tidak beracun dan aman dalam penggunaan yang tepat, Cyazofamid menjadi pilihan yang populer dalam penelitian ilmiah.
Di laboratorium Indonesia, Cyazofamid digunakan dalam berbagai penelitian terkait bidang nutrisi dan mikrobiologi. Bahan ini sering ditemukan dalam eksperimen yang bertujuan menguji efektivitas senyawa penghambat pertumbuhan mikroba, terutama dalam konteks pengembangan produk alami atau sintetis untuk penggunaan dalam bidang pertanian dan kesehatan. Peneliti di Indonesia juga menggunakan Cyazofamid sebagai bahan bantu dalam penelitian tentang interaksi antara mikroba dan nutrisi.
- Pengujian efektivitas senyawa penghambat pertumbuhan jamur dalam penelitian nutrisi
- Analisis senyawa aktif dalam produk alami untuk penggunaan pertanian
- Eksperimen biokimia untuk memahami mekanisme penghambatan pertumbuhan mikroba
- Penelitian tentang interaksi antara nutrisi dan mikroba dalam sistem biologis
- Pengembangan bahan pengawet alami untuk aplikasi dalam bidang kesehatan
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 120116-88-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Cell Biology > Nutrition Research |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Cyazofamid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan sinar matahari langsung. Penyimpanan di tempat sejuk dan kering sangat dianjurkan untuk menjaga kualitas dan stabilitas senyawa. Dalam penggunaan, pastikan wadah tetap tertutup untuk mencegah kontaminasi dan penguapan. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat menangani bahan ini untuk meminimalkan risiko paparan.
- European Food Safety Authority (2015). Reasoned opinion on the modification of the existing MRL for cyazofamid in aubergines. EFSA Journal doi:10.2903/j.efsa.2015.3993
- Wu dkk. (2018). Simultaneous determination of residues of metalaxyl, cyazofamid and a cyazofamid metabolite in tobacco leaves and soil by liquid chromatography with tandem mass spectrometry. Biomedical Chromatography doi:10.1002/bmc.4161
- Lee dkk. (2026). Dissipation and Residue Behavior of Cyazofamid following Foliar Application to Stevia. Korean Journal of Environmental Agriculture doi:10.5338/kjea.2026.45.14
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

