Clothianidin adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian nutrisi dan biologi sel. Sebagai insektisida yang sangat efektif, Clothianidin memiliki kemampuan untuk mengganggu sistem saraf serangga, sehingga digunakan sebagai bahan baku dalam studi tentang interaksi antara nutrisi dan aktivitas biologis. Produk ini sangat relevan dalam penelitian yang mempelajari dampak bahan kimia terhadap pertumbuhan dan perkembangan organisme. Dalam laboratorium, Clothianidin sering digunakan untuk menguji efektivitas bahan kimia terhadap kehidupan mikroba atau hewan uji.
Clothianidin memiliki sifat kimia yang stabil dan daya larut yang baik dalam pelarut organik. Karakteristik ini memungkinkan senyawa ini mudah dilarutkan dan digunakan dalam berbagai metode analisis. Selain itu, Clothianidin memiliki tingkat keamanan yang relatif tinggi dalam penggunaan yang tepat, sehingga cocok untuk penelitian di lingkungan laboratorium. Kelebihan ini menjadikannya pilihan utama dalam penelitian yang memerlukan bahan kimia yang efektif dan aman.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, Clothianidin digunakan untuk berbagai keperluan penelitian, termasuk studi tentang efek bahan kimia pada kesehatan lingkungan dan pertanian. Produk ini juga sering digunakan dalam penelitian tentang pestisida dan dampaknya terhadap ekosistem. Ketersediaan Clothianidin memudahkan peneliti untuk mengakses bahan kimia yang diperlukan untuk eksperimen ilmiah yang relevan dengan kebutuhan lokal.
- Penelitian tentang dampak insektisida pada pertumbuhan mikroba
- Uji efektivitas bahan kimia dalam pengendalian hama
- Studi interaksi antara nutrisi dan aktivitas biologis
- Analisis kualitas bahan kimia dalam lingkungan laboratorium
- Pengembangan metode analisis untuk deteksi senyawa insektisida
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 210880-92-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Cell Biology > Nutrition Research |
| Ukuran kemasan | 250mg, 1g |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari sinar matahari langsung |
Clothianidin harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan sinar matahari langsung untuk menjaga stabilitasnya. Wadah yang sesuai adalah wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap bahan kimia. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Selalu gunakan dalam area yang terkontrol dan aman untuk menghindari risiko kebocoran atau paparan yang tidak terkendali.
- Gul dkk. (2019). Resistance against clothianidin and associated fitness costs in the chive maggot, Bradysia odoriphaga. Entomologia Generalis doi:10.1127/entomologia/2019/0861
- McGee dkk. (2018). Field evaluation of the potential for avian exposure to clothianidin following the planting of clothianidin-treated corn seed. PeerJ doi:10.7717/peerj.5880
- Meng dkk. (2025). Simultaneous Detection of Imidacloprid, Acetamiprid, and Clothianidin in Apple Juice Using Ultraviolet Spectroscopy and the SSA–BPNN Model. Journal of Applied Spectroscopy doi:10.1007/s10812-025-01921-1
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

