Clorsulon adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian bidang kehidupan, khususnya dalam studi nutrisi seluler. Bahan ini memiliki peran penting dalam menggambarkan proses metabolisme dan interaksi molekuler di dalam sel. Sebagai bahan aktif dalam penelitian, Clorsulon sering digunakan untuk mengamati efek tertentu pada aktivitas enzim dan respons sel terhadap lingkungan. Dalam laboratorium, senyawa ini menjadi alat penting untuk menguji hipotesis ilmiah terkait metabolisme dan fisiologi sel.
Clorsulon memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat diatur dalam berbagai kondisi eksperimental. Karena sifat ini, senyawa ini cocok untuk digunakan dalam berbagai metode analisis seperti spektroskopi dan kromatografi. Ketersediaan dalam bentuk padat dan kemudahan dalam penggunaan membuatnya menjadi pilihan yang praktis untuk peneliti. Selain itu, Clorsulon memiliki daya reaktivitas yang cukup untuk memicu reaksi tertentu dalam sistem biologis.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, Clorsulon digunakan secara luas dalam penelitian bidang kehidupan, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Bahan ini menjadi bagian dari alat dan bahan yang diperlukan untuk memenuhi standar penelitian ilmiah. Dengan adanya penelitian yang berkembang di bidang nutrisi dan biologi sel, permintaan terhadap Clorsulon terus meningkat di Indonesia.
- Penelitian nutrisi seluler untuk memahami metabolisme dan interaksi molekuler
- Uji aktivitas enzim dalam kondisi lingkungan yang berbeda
- Analisis efek senyawa pada respons sel terhadap stres oksidatif
- Pengembangan metode analisis kimia untuk karakterisasi senyawa biologis
- Studi interaksi antara senyawa kimia dan sistem biologis dalam lingkungan laboratorium
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 60200-06-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Cell Biology > Nutrition Research |
| Ukuran kemasan | 100mg |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari cahaya langsung |
Clorsulon harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk menjaga kualitas dan stabilitas senyawa. Penyimpanan di suhu kamar yang sejuk dan kering sangat disarankan. Saat menangani bahan ini, peneliti harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Selain itu, bahan ini harus dipisahkan dari bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reduktif untuk mencegah reaksi tidak diinginkan.
- Mohsenzadeh dkk. (2026). A Theoretical Study of Clorsulon-Imprinted Polypyrrole: Modeling Complementary Cavity Formation and Rebinding of Clorsulon. ACS Measurement Science Au doi:10.1021/acsmeasuresciau.6c00052
- Sivanandham dkk. (2018). Investigation and Characterization of New Impurity in Clorsulon Drug Substance. Current Pharmaceutical Analysis doi:10.2174/1573412913666170526160915
- Pektas dkk. (2008). Simultaneous Quantitative Analysis of Clorsulon and Ivermectin in a Veterinary Formulation by Artificial Neural Network. Revista de Chimie doi:10.37358/rc.08.10.1988
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

