Chrysosptertin B adalah senyawa alami yang digunakan dalam penelitian bidang kehidupan ilmiah, terutama dalam bidang biofarmaka dan kimia organik. Senyawa ini sering ditemukan dalam ekstrak tanaman tertentu dan memiliki potensi sebagai bahan baku untuk pengembangan obat atau senyawa aktif biologis. Sebagai bahan baku penelitian, Chrysosptertin B digunakan untuk mempelajari mekanisme kerja senyawa aktif dalam tubuh manusia dan hewan.
Chrysosptertin B memiliki struktur kimia kompleks yang membuatnya menarik untuk penelitian lanjutan. Senyawa ini memiliki sifat antitumor dan antioksidan yang menunjukkan potensi dalam pengembangan terapi medis. Karena sifatnya yang stabil dan mudah diidentifikasi secara kimia, Chrysosptertin B menjadi pilihan utama dalam eksperimen yang memerlukan presisi tinggi.
Di laboratorium Indonesia, Chrysosptertin B digunakan dalam penelitian yang berkaitan dengan farmakologi, biokimia, dan pengembangan obat. Bahan ini sangat relevan untuk institusi penelitian dan universitas yang fokus pada penelitian bidang kesehatan dan ilmu hayat. Ketersediaannya memudahkan para peneliti untuk melakukan eksperimen yang mendukung inovasi ilmiah di bidang medis dan farmasi.
- Penelitian farmakologi untuk menguji efek farmakologis senyawa pada sel dan jaringan
- Pengembangan obat baru melalui uji aktivitas biologis senyawa aktif
- Eksperimen biokimia untuk memahami mekanisme interaksi molekuler
- Studi tentang aktivitas antioksidan dan efek anti-inflamasi
- Uji toksisitas untuk mengevaluasi keamanan senyawa dalam aplikasi medis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 603-56-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Crude Medicine Ingredients for Research and Experimental Use |
| Ukuran kemasan | 25mg |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Chrysosptertin B harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di lingkungan yang sejuk dan kering untuk mencegah kontaminasi dan degradasi. Penggunaan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia dianjurkan. Dalam penanganan, penting untuk memakai sarung tangan dan masker untuk menghindari paparan langsung. Bahan ini tidak beracun, tetapi tetap perlu dihandle dengan hati-hati untuk menjaga keamanan dan kualitas eksperimen.
- Yang dkk. (2009). One‐step separation and purification of rupestonic acid and chrysosptertin B from Artemisia rupestris L. by high‐speed counter‐current chromatography. Phytochemical Analysis doi:10.1002/pca.1169
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
