Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 1888-94-4

2-Chloroethyl Methacrylate (stabilized with MEHQ), CAS 1888-94-4, TCI C4133

2-Chloroethyl Methacrylate (stabilized with MEHQ), CAS 1888-94-4, TCI C4133

Identitas Kimia

Nama lain
Methacrylic Acid 2-Chloroethyl Ester (stabilized with MEHQ)
No. CAS
1888-94-4
PubChem
CID 15905
Rumus molekul
C6H9ClO2
Berat molekul
148.59 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Suhu simpan
0-10°C
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-chloroethyl 2-methylprop-2-enoate
SMILES
CC(=C)C(=O)OCCCl
InChIKey
GPOGMJLHWQHEGF-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.431.150,00
Harga reguler Rp 1.000.650,00 Harga obral Rp 1.431.150,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

2-Chloroethyl Methacrylate (TCI C4133) adalah monomer metakrilat dengan gugus 2-kloroetil pada bagian esternya. Produk ini distabilkan dengan MEHQ (monometil eter hidrokuinon) supaya tidak berpolimerisasi sendiri selama disimpan. Di laboratorium polimer dan material, monomer ini dipakai untuk membuat homopolimer maupun kopolimer metakrilat yang membawa gugus alkil klorida reaktif di rantai sampingnya. Gugus klor tersebut tetap ada setelah polimerisasi, jadi polimer yang dihasilkan bisa menjadi platform untuk modifikasi kimia lanjutan.

Daya tarik utama monomer ini adalah fungsinya yang ganda. Ikatan rangkap metakrilat ikut dalam polimerisasi radikal, baik radikal bebas konvensional maupun teknik terkendali seperti ATRP atau RAFT, sesuai rancangan peneliti. Sementara itu, gugus kloroetil dapat menjalani substitusi nukleofilik setelah polimerisasi, misalnya dengan azida, amina tersier, atau tiol. Dengan cara ini peneliti dapat memasang muatan, gugus klik, atau ligan tertentu tanpa harus menyintesis monomer baru untuk setiap fungsi yang diinginkan.

Di Indonesia, monomer ini relevan untuk kelompok riset ilmu material, kimia polimer, teknik kimia, dan pengembangan membran atau pelapis di universitas maupun industri. Kemasan 1g cocok untuk polimerisasi skala kecil, penapisan kondisi reaksi, dan pembuatan sampel karakterisasi seperti NMR, GPC, atau FTIR. Karena daerah tropis bersuhu tinggi, perhatian pada rantai dingin dan penyimpanan menjadi penting supaya monomer tetap stabil. Pasokan dari TCI membantu menjaga konsistensi mutu antar eksperimen.

  • Sintesis polimer fungsional: gugus kloroetil yang tetap utuh setelah polimerisasi menjadi titik modifikasi pasca-polimerisasi untuk memasang beragam gugus fungsi pada rantai samping.
  • Pembuatan polielektrolit kationik: reaksi kuaternisasi gugus klorida dengan amina tersier menghasilkan polimer bermuatan positif untuk studi membran, antimikroba, atau flokulan.
  • Platform kimia klik: substitusi klorida dengan azida menghasilkan polimer berazida yang siap dikopel dengan alkuna melalui reaksi CuAAC untuk rekayasa material.
  • Kopolimerisasi dengan metakrilat lain: monomer ini dapat dikombinasikan dengan metil metakrilat atau monomer hidrofilik untuk mengatur kepadatan gugus reaktif dan sifat fisik kopolimer.
  • Modifikasi permukaan dan pelapis: polimer berbasis monomer ini dapat dicangkokkan atau dilapiskan pada substrat, lalu permukaannya difungsionalisasi lebih lanjut untuk sensor atau material biokompatibel.

Merek TCI (kode produk C4133)
Nomor CAS 1888-94-4
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 1g
Bentuk fisik cairan, distabilkan dengan MEHQ
Penyimpanan simpan dingin dan terlindung dari cahaya serta panas, mengikuti suhu yang tertera pada label

Monomer metakrilat dapat berpolimerisasi spontan bila terkena panas, cahaya, atau inisiator radikal. Karena itu, simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di lemari pendingin laboratorium sesuai suhu pada label, jauh dari sumber api dan oksidator. Stabilisator MEHQ bekerja paling baik bila ada sedikit oksigen, jadi jangan menyimpannya di bawah gas inert dalam waktu lama tanpa alasan. Bila inhibitor perlu dihilangkan sebelum polimerisasi, lakukan sesaat sebelum dipakai. Tangani di lemari asam dengan sarung tangan dan kacamata pengaman, dan baca SDS TCI terlebih dahulu.

  • Neo dkk. (1992). Miscibility of poly(vinyl acetate) with poly(chloromethyl methacrylate), poly(2-chloroethyl methacrylate) and poly(2-bromoethyl methacrylate). Polymer doi:10.1016/0032-3861(92)90511-t
  • Neo dkk. (1992). Binary blends of poly(chloromethyl methacrylate) and poly(2-chloroethyl methacrylate) with some aliphatic polyesters. Polymer doi:10.1016/0032-3861(92)90235-o
  • Pelissou dkk. (1994). Dielectric and viscoelastic relaxation of poly(2-chloroethyl methacrylate) and poly(3-chloropropyl methacrylate). Polymer doi:10.1016/0032-3861(94)90907-5

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.