Dehydroepiandrosterone (DHEA) adalah senyawa organik yang termasuk dalam kategori senyawa farmakologis. DHEA sering digunakan dalam penelitian biokimia dan farmakologi untuk mempelajari aktivitas biologisnya, terutama dalam konteks hormon dan metabolisme. Bahan ini memiliki peran penting dalam eksperimen yang berkaitan dengan sintesis hormon seksual, seperti testosteron dan estrogen. DHEA juga digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan obat-obatan dan suplemen kesehatan. DHEA memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat dan aseton. Senyawa ini memiliki struktur molekuler yang kompleks, yang membuatnya menjadi bahan yang sangat diminati dalam penelitian ilmiah. Karena sifatnya yang tidak mudah terurai, DHEA dapat digunakan dalam berbagai kondisi laboratorium tanpa mengalami degradasi yang signifikan. Di laboratorium Indonesia, DHEA sering digunakan dalam penelitian kesehatan, farmasi, dan biomedis. Bahan ini menjadi alat penting untuk memahami mekanisme hormon dan pengaruhnya terhadap tubuh manusia. Peneliti di Indonesia menggunakan DHEA untuk studi tentang metabolisme, efek farmakologis, dan pengembangan obat baru.
- Penelitian tentang metabolisme hormon seksual dan peran DHEA dalam tubuh manusia
- Pengembangan obat-obatan yang berbasis senyawa steroid
- Uji aktivitas biologis DHEA dalam berbagai kondisi eksperimental
- Studi tentang efek DHEA terhadap fungsi endokrin dan sistem reproduksi
- Analisis kuantitatif DHEA dalam sampel biologis seperti darah dan urine
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 53-43-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Pharmaceutical Ingredients (for Research and Experimental Use) |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
DHEA harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara, di tempat sejuk dan kering. Hindari paparan langsung dari cahaya matahari dan kelembapan untuk mencegah degradasi. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan inert seperti plastik atau kaca. Dalam penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. DHEA tidak beracun dalam dosis kecil, tetapi tetap perlu dianggap sebagai bahan kimia yang harus ditangani dengan hati-hati.
- Wright dkk. (1993). Divergent effect of dehydroepiandrosterone on energy intakes of Zucker rats. Physiology & Behavior doi:10.1016/0031-9384(93)90008-4
- Schwartz (2002). Autoimmunity, dehydroepiandrosterone (DHEA), and stress. Journal of Adolescent Health doi:10.1016/s1054-139x(01)00385-8
- Khaw (1996). Dehydroepiandrosterone, dehydroepiandrosterone sulphate and cardiovascular disease. Journal of Endocrinology doi:10.1677/joe.0.150s149
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
