1,6-Dichlorohexane adalah senyawa kimia organik yang digunakan secara luas dalam berbagai eksperimen kimia di laboratorium. Bahan ini memiliki struktur molekul yang terdiri dari rantai karbon dengan dua atom klorin pada ujung-ujungnya. Senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa organik kompleks, terutama dalam reaksi substitusi dan reaksi penggantian. Dalam laboratorium, 1,6-Dichlorohexane berperan sebagai bahan dasar yang bisa diubah menjadi senyawa lain melalui reaksi kimia tertentu.
Karakteristik utama dari 1,6-Dichlorohexane adalah kestabilannya dalam kondisi kimia yang biasa dan kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai jenis reaksi. Senyawa ini memiliki titik didih yang cukup tinggi dan sifat non-polar, sehingga cocok untuk digunakan dalam pelarut non-polar. Sifat-sifat ini membuatnya menjadi pilihan yang baik untuk aplikasi yang memerlukan reaktivitas yang terkendali dan stabilitas molekuler.
Di laboratorium Indonesia, 1,6-Dichlorohexane digunakan dalam berbagai penelitian kimia, baik dalam pendidikan maupun riset. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia, farmasi, dan industri kimia, karena kemampuannya untuk berperan dalam sintesis senyawa yang memiliki aplikasi luas. Karena sifatnya yang relatif aman dan mudah ditemukan, bahan ini menjadi pilihan yang populer di berbagai institusi penelitian di Indonesia.
- Sintesis senyawa organik kompleks yang memerlukan substitusi klorin pada rantai karbon
- Pengujian reaktivitas senyawa halogenasi dalam reaksi kimia organik
- Pembuatan pelarut non-polar untuk reaksi kimia tertentu
- Penelitian tentang sifat fisika dan kimia senyawa halogenasi
- Penggunaan dalam proses pembuatan senyawa farmakologis atau bahan kimia industri
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2163-00-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari sumber panas |
1,6-Dichlorohexane harus disimpan dalam wadah tertutup yang rapat untuk mencegah penguapan dan kontaminasi. Bahan ini bersifat non-polar dan tidak mudah terbakar, sehingga penyimpanannya tidak terlalu sensitif terhadap kelembapan. Namun, tetap harus dihindari dari paparan sinar matahari langsung dan suhu tinggi. Dalam laboratorium, bahan ini sebaiknya ditangani dengan sarung tangan dan alat pelindung lainnya untuk memastikan keselamatan.
- Katano dkk. (2001). Voltammetry at 1,6-Dichlorohexane | Water Interface. Analytical Sciences doi:10.2116/analsci.17.1027
- Ribeiro dkk. (2012). Electrochemical sensing of ammonium ion at the water/1,6-dichlorohexane interface. Talanta doi:10.1016/j.talanta.2011.09.054
- Katano (2004). Ion-transfer voltammetry at 1,6-dichlorohexane?water and 1,4-dichlorobutane?water interfaces. Talanta doi:10.1016/j.talanta.2003.10.044
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
