N-(2-Diethylaminoethyl)-1-naphthylamine Oxalate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik. Bahan ini sering diaplikasikan dalam pembuatan senyawa kompleks yang memerlukan reaktivitas tinggi dan kemampuan untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsional. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan baku yang sangat penting untuk menghasilkan senyawa dengan struktur tertentu.
Senyawa ini memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi tetap reaktif terhadap berbagai kondisi kimia. Karakteristik utamanya adalah kemampuannya untuk berikatan dengan gugus amina dan karbonil, sehingga menjadi pilihan ideal dalam sintesis senyawa heterosiklik dan non-heterosiklik. Karena sifat tersebut, senyawa ini sering dipilih oleh para peneliti yang membutuhkan keakuratan dan konsistensi dalam proses sintesis.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Bahan ini menjadi bagian dari proses pengembangan senyawa baru yang berpotensi untuk aplikasi medis, industri, atau lingkungan.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Pembuatan senyawa kompleks dalam reaksi substitusi nukleofilik
- Pengujian aktivitas biologis senyawa dengan struktur tertentu
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa amina terhadap berbagai kondisi kimia
- Pengembangan bahan kimia untuk aplikasi industri dan lingkungan
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 29473-53-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan penguapan. Simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari paparan cahaya langsung dan sumber panas. Dalam penanganan, gunakan peralatan pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk mencegah risiko kecelakaan kimia.
—
