N,N’-Diphenylbenzidine adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai aplikasi kimia, terutama dalam sintesis senyawa organik kompleks. Senyawa ini sering diaplikasikan sebagai bahan baku dalam pembuatan pigmen, bahan aktif farmasi, dan komponen elektronik. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan pembangun (building block) yang memberikan struktur dasar untuk senyawa-senyawa yang lebih kompleks.
N,N’-Diphenylbenzidine memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktivitas yang cukup baik, sehingga memungkinkan reaksi kimia berbagai jenis. Senyawa ini juga memiliki struktur aromatik yang memudahkan proses substitusi dan reaksi lainnya. Karena sifat tersebut, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai reaksi sintesis dan modifikasi molekuler.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara rutin dalam penelitian kimia organik, terutama dalam studi tentang reaktivitas senyawa aromatik dan sintesis senyawa kompleks. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini sebagai bahan dasar untuk eksperimen ilmiah dan pengembangan produk kimia baru.
- Sintesis pigmen organik untuk industri cat dan tekstil karena struktur aromatiknya yang stabil
- Pembuatan senyawa farmasi sebagai bahan baku dalam sintesis obat-obatan
- Pengembangan bahan elektronik seperti OLED karena kemampuannya dalam menghantarkan arus listrik
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa aromatik dalam reaksi kimia organik
- Modifikasi molekul kompleks untuk aplikasi material inovatif
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 531-91-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
N,N’-Diphenylbenzidine harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan sinar matahari langsung dan sumber panas. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan inert seperti plastik atau kaca, serta tidak berpori untuk mencegah kontaminasi. Dalam penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena senyawa ini mungkin menyebabkan iritasi jika terkena kulit atau mata.
- Bansal dkk. (2008). Spectroscopic and travelling-wave lasing characterisation of tetraphenylbenzidine and di-naphtalenyl-diphenylbenzidine. Applied Physics B doi:10.1007/s00340-008-3037-z
- Perveen dkk. (2020). KINETIC AND ACTIVATION PARAMETERS FOR THE REDUCTION OF DIPHENYLBENZIDINE WITH ASCORBIC ACID. The Nucleus doi:10.71330/nucleus.44.01-2.1027
- Paspirgelyte dkk. (2009). N-(2,2-Diphenylvinyl)-N,N′-diphenylbenzidine-based derivatives as hole-transporting glass-forming materials. Synthetic Metals doi:10.1016/j.synthmet.2008.11.006
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
