Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 25234-60-0

Lauroylcholine Chloride, CAS 25234-60-0, TCI D0973

Lauroylcholine Chloride, CAS 25234-60-0, TCI D0973

Identitas Kimia

Nama lain
Dodecanoylcholine Chloride
No. CAS
25234-60-0
PubChem
CID 91343·SID 87567559
Rumus molekul
C17H36ClNO2
Berat molekul
321.93 g/mol
Kemurnian
>98.0%(T)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-dodecanoyloxyethyl(trimethyl)azanium chloride
SMILES
CCCCCCCCCCCC(=O)OCC[N+](C)(C)C.[Cl-]
InChIKey
BBJUKVPDIPYNBS-UHFFFAOYSA-M
MDL
MDL00050185
Harga reguler Rp 1.618.050,00
Harga reguler Rp 1.146.600,00 Harga obral Rp 1.618.050,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Lauroylcholine Chloride dari TCI adalah ester kolin dengan asam laurat (C12) dalam bentuk garam klorida. Secara struktur, senyawa ini memiliki kepala amonium kuaterner bermuatan positif yang berasal dari kolin dan ekor asil dua belas karbon yang hidrofobik. Senyawa ini masuk ke kategori lipid dalam ilmu hayati dan dipakai di laboratorium biokimia, farmakologi, dan kimia koloid. Sifatnya menyerupai surfaktan kationik, sekaligus mirip analog asilkolin alami seperti asetilkolin.

Peneliti memilih senyawa ini karena ia menggabungkan dua sifat yang jarang dijumpai pada satu molekul. Bagian kolinnya membuat molekul dikenali oleh sistem biologis yang berinteraksi dengan ester kolin, termasuk enzim kolinesterase. Ekor laurilnya memberikan aktivitas permukaan sehingga senyawa dapat membentuk misel dalam air dan berinteraksi dengan membran lipid. Ikatan esternya dapat dihidrolisis, sehingga senyawa ini berguna untuk kajian degradasi enzimatik maupun kimiawi.

Di Indonesia, bahan ini relevan bagi laboratorium farmakologi dan biokimia di fakultas farmasi, kedokteran, dan biologi yang meneliti sistem kolinergik, membran, atau sistem penghantaran obat. Laboratorium kimia koloid dan formulasi juga dapat memakainya untuk membandingkan surfaktan kationik berbasis ester yang lebih mudah terurai. Kemasan 1g dan 5g sesuai untuk kebutuhan riset biokimia yang umumnya memakai bahan dalam jumlah kecil dengan kemurnian yang terdokumentasi.

Brosur TCI (PDF)

  • Studi kolinesterase: sebagai ester kolin berantai panjang, senyawa ini dapat dipakai untuk mempelajari spesifisitas substrat enzim yang menghidrolisis ester kolin dengan berbagai panjang rantai asil.
  • Kajian membran dan lipid: ekor C12 dan kepala kolin kationik membuatnya mampu masuk ke lapisan lipid, sehingga berguna untuk mempelajari gangguan membran model atau liposom.
  • Penelitian peningkat permeasi: surfaktan berbasis asilkolin dipelajari pengaruhnya terhadap permeabilitas jaringan, sehingga relevan untuk riset sistem penghantaran obat dan formulasi.
  • Kimia koloid dan misel: aktivitas permukaannya memungkinkan pengukuran konsentrasi misel kritis, tegangan permukaan, serta perbandingan dengan surfaktan kationik lain yang tidak memiliki ikatan ester.
  • Studi surfaktan mudah terurai: ikatan ester yang dapat dihidrolisis menjadikannya model surfaktan kationik yang dapat terdegradasi, berguna dalam penelitian bahan yang lebih ramah lingkungan.

Merek TCI
Nomor CAS 25234-60-0
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Biochemicals and Reagents > Lipids
Ukuran kemasan 1g, 5g
Bentuk fisik padatan, lihat CoA untuk rincian tiap lot
Penyimpanan wadah tertutup rapat, kering, terlindung dari kelembapan, ikuti suhu pada label

Sebagai garam amonium kuaterner yang juga membawa ikatan ester, senyawa ini perlu dijauhkan dari kelembapan agar tidak menyerap air dan terhidrolisis perlahan. Simpan dalam wadah asli tertutup rapat, sebaiknya di dalam desikator, dan ikuti suhu penyimpanan yang tercantum pada label. Buka wadah setelah mencapai suhu ruang untuk mencegah pengembunan. Siapkan larutan segar bila memungkinkan. Gunakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, hindari menghirup debunya, dan rujuk SDS sebelum digunakan.

  • Ananyev dkk. (1992). Transient peroxide formation by the manganese-containing, redox-active donor side of Photosystem II upon inhibition of O2 evolution with lauroylcholine chloride. Biochimica et Biophysica Acta (BBA) - Bioenergetics doi:10.1016/0167-4838(92)90486-w
  • Fukakusa dkk. (2024). Brain drug delivery from the nasal olfactory region is enhanced using lauroylcholine chloride: An estimation using in vivo PET imaging. Nuclear Medicine and Biology doi:10.1016/j.nucmedbio.2024.108968
  • Buzatu dkk. (2024). Lipase-catalysed esterification in a reactive natural deep eutectic solvent leads to lauroylcholine chloride rather than glucose ester. Reaction Chemistry & Engineering doi:10.1039/d4re00209a

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.