Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 13093-04-4

N,N'-Dimethyl-1,6-diaminohexane TCI D1298

N,N'-Dimethyl-1,6-diaminohexane TCI D1298

Identitas Kimia

Nama lain
1,6-Bis(methylamino)hexane · N,N'-Dimethyl-1,6-hexanediamine
No. CAS
13093-04-4
PubChem
CID 83131·SID 87567823
Rumus molekul
C8H20N2
Berat molekul
144.26 g/mol
Kemurnian
>97.0%(GC)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
N,N'-dimethylhexane-1,6-diamine
SMILES
CNCCCCCCNC
InChIKey
MDKQJOKKKZNQDG-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00008293
Harga reguler Rp 6.704.250,00
Harga reguler Harga obral Rp 6.704.250,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Volume
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D1298 N,N'-Dimethyl-1,6-diaminohexane adalah diamina alifatik berantai panjang dengan enam atom karbon yang menghubungkan dua gugus amina sekunder termetilasi pada kedua ujungnya. Sebagai building block non-heterosiklik, senyawa ini menjadi bahan penting dalam pembuatan polimer, surfaktan kationik, dan berbagai molekul bifungsional yang membutuhkan jarak tertentu antara dua pusat reaktif. Rantai heksametilena di tengahnya memberikan fleksibilitas konformasi sekaligus panjang jembatan yang terdefinisi, sehingga peneliti dapat merancang struktur dengan pemisahan spasial yang dapat diperkirakan antar gugus fungsi.

Karakteristik yang menjadikannya dipilih adalah sifat simetris dan kereaktifan ganda pada kedua ujung molekul. Kedua nitrogen berupa amina sekunder, sehingga bereaksi baik sebagai nukleofil dalam alkilasi dan asilasi, namun setelah bereaksi tidak menyisakan hidrogen amida tambahan seperti pada diamina primer. Sifat ini banyak dimanfaatkan untuk membentuk garam amonium kuaterner ganda melalui kuaternisasi kedua ujungnya, yang merupakan langkah kunci dalam pembuatan polimer ionen dan senyawa amfifilik gemini. Wujudnya berupa cairan yang bersifat basa dan higroskopis, larut dalam air maupun pelarut organik polar sehingga fleksibel dalam berbagai sistem reaksi laboratorium.

Di Indonesia, senyawa ini banyak dijumpai dalam riset kimia polimer, pengembangan material fungsional, dan penelitian bahan antimikroba berbasis amonium kuaterner di laboratorium perguruan tinggi maupun industri. Kemasan 10 mL dan 25 mL memberikan ukuran yang praktis untuk percobaan polimerisasi dan sintesis skala laboratorium, membantu peneliti melakukan optimasi rasio reaktan secara bertahap tanpa harus menyimpan bahan dalam jumlah besar yang berisiko menurun mutunya selama penyimpanan.

  • Sintesis polimer ionen dan poliamonium kuaterner, karena kedua ujung aminanya dapat dikuaternisasi berulang membentuk rantai polimer bermuatan positif.
  • Pembuatan surfaktan gemini berbasis amonium kuaterner, sebab jembatan heksametilena berfungsi sebagai spacer yang menentukan sifat agregasi molekul amfifilik.
  • Bahan penghubung silang untuk resin epoksi dan polimer, karena dua gugus amina reaktif mampu menjembatani rantai polimer dan meningkatkan kekakuan jaringan.
  • Sintesis ligan bidentat rantai panjang, karena jarak antar nitrogen yang terdefinisi memungkinkan pembentukan kompleks logam dengan geometri cincin besar.
  • Modifikasi permukaan material dan membran, sebab gugus aminanya mudah dicangkokkan pada substrat teraktivasi untuk memberikan sifat basa dan muatan positif.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry), kode katalog D1298
Nomor CAS 13093-04-4
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 10 mL dan 25 mL
Bentuk fisik cairan amina yang bersifat basa dan higroskopis
Penyimpanan simpan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik

Simpan botol dalam keadaan tertutup rapat pada ruang penyimpanan bahan kimia yang sejuk, kering, dan berventilasi, terpisah dari asam kuat, bahan pengoksidasi, dan sumber panas. Amina alifatik mudah menyerap uap air serta karbon dioksida dari udara sehingga dapat membentuk endapan karbamat; batasi waktu wadah terbuka dan pertimbangkan pemakaian gas inert saat pengambilan. Lakukan seluruh penakaran di dalam lemari asam karena uapnya menusuk dan mengiritasi mata serta saluran pernapasan. Kenakan sarung tangan tahan bahan kimia, pelindung mata, dan jas laboratorium, serta siapkan bahan penyerap tumpahan di dekat area kerja.

—