TCI D1360 4-Allyl-1,2-dimethoxybenzene, yang lazim dikenal sebagai metil eugenol, adalah senyawa aromatik dengan cincin benzena bersubstitusi dua gugus metoksi berdampingan dan satu rantai alil. Dalam kategori non-heterocyclic building block, senyawa ini berfungsi ganda: sebagai bahan awal sintesis organik yang membawa gugus alil reaktif, dan sebagai senyawa pembanding yang penting pada analisis minyak atsiri. Struktur turunan fenilpropanoidnya membuat bahan ini kerap muncul dalam kajian kimia bahan alam, aroma, dan pengembangan turunan aromatik lanjutan di laboratorium.
Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah kehadiran ikatan rangkap terminal pada rantai alil yang mudah diolah melalui isomerisasi, oksidasi, epoksidasi, hidroborasi, maupun reaksi metatesis. Sementara itu, dua gugus metoksi pada cincin bersifat pendonor elektron sehingga mengarahkan reaksi substitusi aromatik ke posisi tertentu dan mempermudah perancangan turunan yang terarah. Bentuk cair dengan aroma khas memudahkan penanganan volumetrik, dan kemurnian tingkat reagen dari TCI menjadikannya cocok sebagai bahan pembanding pada analisis kromatografi. Kombinasi gugus fungsi ini membuat satu molekul dapat melayani banyak jalur transformasi.
Di Indonesia, senyawa ini sangat relevan bagi laboratorium bahan alam dan minyak atsiri, mengingat kekayaan tanaman aromatik nasional seperti cengkeh, kemangi, dan sereh yang rutin dianalisis. Laboratorium pengujian aroma, kelompok riset fitokimia, serta unit riset pertanian memanfaatkannya sebagai standar identifikasi maupun bahan awal sintesis. Kemasan 25 mL memadai untuk keperluan analitik dan penelitian skala kecil, sedangkan kemasan 500 mL mendukung riset berkelanjutan atau kegiatan sintesis yang lebih intensif.
- Standar pembanding minyak atsiri: dipakai memastikan identifikasi puncak kromatografi pada analisis komponen fenilpropanoid dari berbagai tanaman aromatik Indonesia secara meyakinkan.
- Bahan awal sintesis turunan aromatik: gugus alil dan cincin kaya elektron memungkinkan pembentukan beragam turunan melalui oksidasi, isomerisasi, maupun substitusi terarah.
- Riset kimia bahan alam: mendukung studi biosintesis dan hubungan struktur senyawa fenilpropanoid yang banyak ditemukan pada tumbuhan rempah tropis.
- Kajian entomologi dan pertanian: digunakan pada penelitian perilaku serangga serta pengembangan formulasi umpan di laboratorium riset perlindungan tanaman.
- Pengembangan metode analisis: berperan sebagai bahan uji ketika menyusun, memvalidasi, dan memverifikasi metode kromatografi gas untuk sampel aromatik kompleks.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 93-15-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 mL dan 500 mL |
| Bentuk fisik | cairan beraroma khas |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat, sejuk, terlindung dari cahaya dan udara |
Simpan dalam botol asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung, sebab senyawa aromatik dengan ikatan rangkap dapat teroksidasi perlahan bila terpapar udara dan sinar. Jauhkan dari sumber panas, nyala api, dan bahan pengoksidasi kuat. Karena beraroma kuat, lakukan penuangan di dalam lemari asam agar uap tidak menyebar di ruang kerja. Gunakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium selama penanganan, serta pipet bersih dan kering untuk setiap pengambilan. Tutup kembali wadah segera, bersihkan tumpahan dengan bahan penyerap, dan buang limbah sesuai prosedur laboratorium.
—
