Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 930-35-8

1,3-Dithiole-2-thione TCI D2133

1,3-Dithiole-2-thione TCI D2133

Identitas Kimia

No. CAS
930-35-8
Rumus molekul
C3H2S3
Berat molekul
134.23 g/mol
Kemurnian
>97.0%(GC)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
1,3-dithiole-2-thione
SMILES
C1=CSC(=S)S1
InChIKey
WYKJWNVWJOKVQP-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00014536
PubChem
CID 70254
Harga reguler Rp 1.644.300,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.644.300,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D2133 1,3-Dithiole-2-thione adalah senyawa induk beranggota lima yang mengandung dua atom belerang dalam cincin dan satu gugus tion di luar cincin. Struktur sederhana namun kaya belerang ini menjadikannya bahan baku dasar dalam kimia material molekuler, khususnya sebagai titik awal menuju kerangka tetratiafulvalena dan turunan belerang terkonjugasi lainnya. Di laboratorium, senyawa ini dipakai ketika peneliti ingin membangun sistem donor elektron organik dari kerangka paling sederhana, sehingga rute sintesis dapat dirancang lebih fleksibel sesuai kebutuhan sifat material yang ditargetkan.

Karakteristik yang membuat senyawa ini dipilih adalah reaktivitas gugus tion yang dapat diubah menjadi gugus keton, ditiolat, atau ikatan rangkap penghubung melalui reaksi kopling, serta ukuran molekul yang kecil sehingga tidak membebani kerangka molekul akhir dengan gugus yang tidak perlu. Kandungan belerang yang tinggi memberi kontribusi penting terhadap kemampuan senyawa turunannya menghantarkan muatan dan berinteraksi antar molekul dalam padatan. Sebagai padatan yang stabil pada suhu ruang, senyawa ini relatif mudah ditimbang dan disimpan dibandingkan banyak reagen belerang lain. Ketersediaan kemasan 1 g dan 5 g sangat sesuai untuk penelitian material yang umumnya bekerja pada skala kecil namun menuntut mutu bahan yang tinggi.

Laboratorium di Indonesia menggunakan senyawa ini terutama pada penelitian kimia material dan elektronik organik di universitas serta lembaga riset, termasuk kajian semikonduktor organik dan material penghantar molekuler. Kemasan kecil membantu kelompok riset yang bekerja dengan anggaran penelitian terukur dan jadwal percobaan bertahap. Penyimpanan yang sejuk, kering, dan terlindung cahaya menjadi perhatian utama agar mutu bahan tetap terjaga selama proyek berjalan.

  • Prekursor tetratiafulvalena: menjadi kerangka dasar yang dikopling untuk membentuk sistem TTF, tulang punggung banyak penelitian konduktor organik dan material donor elektron.
  • Sintesis ligan ditiolat: gugus tion dapat diubah menjadi unit ditiolat yang mengikat logam transisi membentuk kompleks dengan sifat elektronik dan magnetik menarik.
  • Riset semikonduktor organik: kandungan belerang tinggi mendukung interaksi antar molekul dalam padatan sehingga turunannya menarik untuk kajian transpor muatan.
  • Kimia heterosiklik belerang: menyediakan cincin ditiol siap pakai sehingga peneliti dapat memfokuskan usaha pada pemasangan gugus fungsi, bukan pembentukan cincin.
  • Penelitian material fungsional: dipakai menyusun molekul target untuk kajian sifat optik, redoks, dan penyusunan kristal pada pengembangan material elektronik molekuler.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk D2133
Nomor CAS 930-35-8
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik padatan/kristal pada suhu ruang; rujuk label dan Certificate of Analysis lot untuk deskripsi resmi
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan gelap dalam wadah tertutup rapat

Simpan senyawa dalam wadah asli yang tertutup rapat, diletakkan di tempat sejuk, kering, gelap, dan berventilasi baik agar tidak mengalami penurunan mutu akibat panas maupun paparan cahaya. Botol kaca gelap atau kemasan asli produsen merupakan pilihan wadah yang paling sesuai, dan penyimpanan di dalam desikator dianjurkan bila ruang penyimpanan cenderung lembap. Lakukan penimbangan serta pemindahan di dalam lemari asam karena senyawa belerang dapat menimbulkan bau khas yang mengganggu, dan gunakan spatula bersih serta kering untuk mencegah kontaminasi. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, lalu bersihkan peralatan dan area kerja segera setelah selesai digunakan.

—