1,1-Diphenyl-2-propyn-1-ol adalah senyawa kimia yang memiliki struktur kompleks dan digunakan secara luas dalam berbagai reaksi kimia sintetik. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai aplikasi seperti sintesis senyawa aromatik dan heterosiklik, serta sebagai komponen dalam reaksi katalitik. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan dasar (building block) yang membantu dalam pembentukan senyawa kompleks dengan struktur tertentu.
Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, 1,1-Diphenyl-2-propyn-1-ol menjadi pilihan yang populer dalam penelitian kimia organik. Senyawa ini memiliki daya reaksi yang baik terhadap berbagai reaktif seperti logam alkali dan reaktif halogen. Karakteristik ini memungkinkan senyawa ini digunakan dalam berbagai reaksi substitusi dan adisi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, terutama dalam bidang kimia organik dan farmasi. Bahan ini sering ditemukan dalam penelitian yang terkait dengan pengembangan senyawa baru, baik untuk keperluan industri maupun penelitian dasar.
- Sintesis senyawa aromatik kompleks untuk pengembangan produk farmasi
- Reaksi katalitik dalam pembuatan senyawa heterosiklik
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa organik dalam kondisi tertentu
- Pengembangan bahan kimia untuk aplikasi industri kimia
- Uji kelayakan senyawa sebagai bahan baku dalam reaksi kimia tertentu
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 3923-52-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung dan sumber panas. Penggunaan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia disarankan. Dalam penanganan, harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena senyawa ini bisa berpotensi menyebabkan iritasi.
—
