Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 294-92-8

4,10-Diaza-12-crown 4-Ether TCI D2743

4,10-Diaza-12-crown 4-Ether TCI D2743

Identitas Kimia

Nama lain
1,7-Dioxa-4,10-diazacyclododecane
No. CAS
294-92-8
PubChem
CID 67522·SID 87569145
Rumus molekul
C8H18N2O2
Berat molekul
174.24 g/mol
Kemurnian
>96.0%(GC)(T)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
1,7-dioxa-4,10-diazacyclododecane
SMILES
C1COCCNCCOCCN1
InChIKey
PWJHXHMUGFXPSN-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00142571
Harga reguler Rp 4.691.400,00
Harga reguler Harga obral Rp 4.691.400,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

4,10-Diaza-12-crown 4-Ether dari TCI adalah senyawa makrosiklik dari keluarga aza-crown ether, yaitu turunan crown ether yang dua atom oksigennya digantikan oleh nitrogen. Pada kerangka 12-crown-4 berukuran dua belas anggota cincin, penggantian ini menghasilkan makrosiklus dengan dua atom nitrogen sekunder dan dua atom oksigen yang tersusun bergantian. Dalam praktik laboratorium, senyawa ini dipakai sebagai reagen kompleksasi dan kelasi: rongga kecilnya mengikat kation berukuran kecil, sedangkan atom nitrogen memberikan afinitas terhadap logam transisi yang tidak dimiliki crown ether murni oksigen.

Sifat yang menjadikannya menarik adalah gabungan antara selektivitas ukuran khas crown ether dan sifat donor yang lebih lunak dari nitrogen. Atom nitrogen bersifat basa Lewis lebih kuat dan lebih polarizable dibanding oksigen, sehingga afinitas terhadap ion logam transisi seperti tembaga, nikel, seng, atau kobalt meningkat, sementara kemampuan mengikat logam alkali tetap dipertahankan. Kedua gugus N–H juga menjadi titik fungsionalisasi yang sangat berharga: keduanya dapat dialkilasi, diasilasi, atau disambungkan pada pendar fluoresen, resin padat, dan rantai penghubung, sehingga makrosiklus ini menjadi kerangka awal berbagai kemosensor dan ligan rancangan.

Karena disediakan dalam kemasan 100 mg, bahan ini di laboratorium Indonesia umumnya diperlakukan sebagai reagen riset skala mikro. Pemakaiannya lazim pada penelitian kimia analitik dan kimia koordinasi di perguruan tinggi serta lembaga riset yang mengembangkan sensor ion, ionofor untuk elektroda selektif, dan ligan makrosiklik. Skala tersebut cukup untuk beberapa percobaan sintesis dan titrasi kompleksasi bila direncanakan dengan cermat.

  • Studi kompleksasi kation: rongga makrosiklik berukuran kecil mengikat ion logam tertentu sehingga cocok untuk penelitian selektivitas pengikatan melalui titrasi spektrofotometri maupun kalorimetri.
  • Sintesis ligan makrosiklik terfungsionalisasi: dua gugus N–H dapat dialkilasi atau diasilasi guna memasang lengan pengikat tambahan dan menyesuaikan sifat koordinasi ligan.
  • Pengembangan kemosensor ion: makrosiklus disambungkan pada gugus pendar fluoresen untuk menghasilkan probe yang menunjukkan perubahan sinyal saat mengikat ion logam.
  • Kimia koordinasi logam transisi: donor nitrogen yang lebih lunak dibanding oksigen memberikan kompleks stabil dengan tembaga, nikel, seng, dan kobalt untuk kajian struktur.
  • Bahan penyusun ionofor membran: ligan makrosiklik selektif dipakai pada riset elektroda selektif ion dan membran cair pendukung untuk pemisahan kation.

Merek TCI (kode produk D2743)
Nomor CAS 294-92-8
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Synthetic Reagents > Chelation/Complexation Compounds
Ukuran kemasan 100 mg
Bentuk fisik periksa label dan CoA lot yang menyertai kemasan
Penyimpanan simpan sejuk, kering, tertutup rapat sesuai anjuran label dan CoA lot

Karena tersedia dalam jumlah kecil, kemasan sebaiknya disimpan utuh dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya serta kelembapan udara. Gugus amina sekunder pada makrosiklus bersifat basa dan dapat menyerap karbon dioksida maupun uap air, sehingga pengaliran gas inert sebelum penutupan sangat dianjurkan bila wadah dibuka berulang. Timbang di lemari asam dengan neraca analitik, gunakan spatula bersih dan kering, serta kenakan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan pelindung mata. Hindari kontak dengan asam kuat dan oksidator, dan catat setiap pengambilan agar sisa bahan tetap terpantau.

  • Collins dkk. (1997). Fluorescent diaza crown ether sensitive to complexation, conformation and microenvironment. Chemical Communications doi:10.1039/a701240c
  • Bakó dkk. (1990). A novel diaza‐crown ether and cryptands from glucopyranose and their complex‐forming properties. Liebigs Annalen der Chemie doi:10.1002/jlac.1990199001213
  • Wang dkk. (2020). Macrocyclic Chelates Bridged by a Diaza-Crown Ether: Towards Multinuclear Bimodal Molecular Imaging Probes. Molecules doi:10.3390/molecules25215019

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.