TCI D2754 Dimethyldioctylammonium Bromide adalah garam amonium kuaterner yang diklasifikasikan sebagai katalis transfer fasa. Molekulnya terdiri atas kation nitrogen bermuatan positif permanen yang mengikat dua gugus metil pendek dan dua rantai oktil panjang, berpasangan dengan anion bromida. Susunan ini menghasilkan senyawa amfifilik yang memiliki bagian ionik dan bagian hidrokarbon sekaligus. Di laboratorium, peran utamanya adalah mengangkut anion reaktif dari fasa air ke fasa organik sehingga reaksi antara pereaksi yang biasanya tidak saling bercampur dapat berlangsung dengan laju yang jauh lebih baik.
Sifat yang membuatnya banyak dipilih adalah keseimbangan lipofilisitas kationnya. Dua rantai oktil memberikan afinitas yang cukup kuat terhadap fasa organik, sementara pusat amonium kuaterner tetap mampu memasangkan diri dengan anion nukleofilik. Muatan positif yang permanen membuat senyawa ini tidak terpengaruh perubahan pH, berbeda dengan amina biasa, sehingga dapat digunakan pada kondisi basa kuat sekalipun. Karakter permukaan aktifnya juga membuat senyawa ini berguna sebagai surfaktan kationik dalam pembuatan emulsi, modifikasi permukaan, serta pengaturan morfologi material.
Laboratorium di Indonesia memakai katalis transfer fasa semacam ini pada penelitian sintesis organik, kimia material, dan pengolahan bahan yang melibatkan sistem dua fasa. Kemasan 5 g dan 25 g memadai karena senyawa ini umumnya dipakai dalam jumlah katalitik atau sebagai aditif. Mengingat garam amonium kuaterner cenderung menarik uap air, penyimpanan tertutup rapat sangat dianjurkan pada kondisi lembap di Indonesia.
- Katalisis transfer fasa: kation lipofilik membawa anion nukleofilik ke fasa organik sehingga reaksi substitusi dan alkilasi dua fasa berjalan jauh lebih cepat.
- Reaksi alkilasi dalam kondisi basa kuat: muatan kuaterner permanen tetap stabil pada pH tinggi sehingga katalis bekerja andal dalam sistem hidroksida pekat.
- Surfaktan kationik untuk emulsi: struktur amfifilik dengan dua rantai oktil membantu menstabilkan sistem emulsi minyak dalam air pada penelitian formulasi.
- Modifikasi permukaan material dan lempung: kation amonium dapat menempati situs bermuatan negatif sehingga permukaan mineral menjadi lebih bersifat organofilik.
- Prekursor cairan ionik dan elektrolit: pasangan kation amonium kuaterner dan anion bromida dipakai sebagai bahan awal pertukaran anion menuju garam fungsional lain.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 3026-69-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Synthetic Reagents > Phase Transfer Catalysts |
| Ukuran kemasan | 5 g dan 25 g |
| Bentuk fisik | umumnya padatan garam amonium kuaterner yang cenderung higroskopis; rujuk sertifikat analisis |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat, hindari kelembapan |
Simpan bahan dalam wadah asli tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, sebaiknya di dalam desikator karena garam amonium kuaterner mudah menyerap uap air dan dapat menggumpal. Hindari membuka botol terlalu lama di ruangan berkelembapan tinggi, dan gunakan spatula kering saat menimbang. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium karena senyawa surfaktan kationik dapat mengiritasi kulit dan mata. Jangan membuang sisa larutan langsung ke saluran air; kumpulkan sebagai limbah kimia laboratorium untuk diolah sesuai prosedur yang berlaku.
—
