TCI D2757 2,5-Di(1-naphthyl)-1,3,4-oxadiazole adalah senyawa heterosiklik aromatik yang terdiri atas cincin 1,3,4-oksadiazol dengan dua gugus naftil terpasang pada posisi dua dan lima. Kombinasi cincin oksadiazol yang bersifat menarik elektron dengan dua sistem aromatik naftalena yang besar menghasilkan molekul terkonjugasi dengan sifat optik dan elektronik yang menarik. Senyawa golongan ini dikenal luas di laboratorium sebagai bahan berpendar dan komponen material elektronik organik, sekaligus sebagai building block heterosiklik untuk pengembangan struktur molekul fungsional yang lebih kompleks.
Sifat utama yang membuatnya dipilih adalah kemampuan pendaran serta karakter transpor elektron. Cincin 1,3,4-oksadiazol memiliki kekurangan elektron sehingga membantu menstabilkan muatan negatif dan mendukung pengangkutan elektron dalam lapisan material, sedangkan gugus naftil memperluas sistem konjugasi dan berkontribusi pada penyerapan serta emisi cahaya. Susunan molekul yang kaku dan aromatik ini juga memberikan stabilitas termal yang baik, yang penting bagi material yang harus melalui proses deposisi lapisan tipis. Kerangka oksadiazol pula yang menjadikannya golongan senyawa klasik dalam kajian sintilator organik.
Di Indonesia, senyawa seperti ini digunakan pada penelitian material optoelektronik, kimia fisik organik, serta pengkajian bahan berpendar di laboratorium universitas dan lembaga riset. Kemasan 5 g memadai untuk pembuatan larutan uji, karakterisasi spektroskopi, dan preparasi lapisan tipis skala penelitian. Penyimpanan terlindung cahaya dianjurkan agar sifat optiknya tidak terganggu selama masa simpan di laboratorium.
- Material transpor elektron perangkat organik: cincin oksadiazol yang miskin elektron mendukung mobilitas elektron pada lapisan fungsional dioda pemancar cahaya organik.
- Bahan berpendar untuk kajian spektroskopi: sistem terkonjugasi naftil–oksadiazol memberikan sifat absorpsi dan emisi yang menarik untuk studi fotofisika molekul.
- Komponen sintilator organik: golongan aril oksadiazol telah lama dikaji sebagai zat pendar dalam sistem deteksi radiasi berbasis larutan maupun plastik.
- Building block heterosiklik lanjutan: kerangka oksadiazol tersubstitusi menjadi model struktur untuk merancang turunan baru dengan sifat elektronik yang disesuaikan.
- Standar pembanding karakterisasi material: sifat optik dan termalnya yang terdokumentasi membuatnya berguna sebagai rujukan pada evaluasi material pendar baru.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 905-62-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 g |
| Bentuk fisik | padatan kristalin; rujuk sertifikat analisis untuk deskripsi resmi |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, terlindung cahaya, wadah tertutup rapat |
Simpan padatan ini dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, serta lindungi dari cahaya langsung karena bahan berpendar umumnya peka terhadap paparan sinar dalam jangka panjang. Hindari kontaminasi dengan debu atau bahan lain yang dapat mengganggu pengukuran optik, dan gunakan spatula bersih serta kering setiap kali menimbang. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta hindari terhirupnya serbuk halus dengan bekerja di area berventilasi baik. Kumpulkan sisa bahan sebagai limbah kimia organik padat.
- Tokuhisa dkk. (1997). Characterization of electron transport in naphthyl-oxadiazole doped polycarbonate film. Synthetic Metals doi:10.1016/s0379-6779(97)80195-6
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
