2,3-Dibromopropionyl Chloride adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini memiliki struktur kimia yang memungkinkan reaksi substitusi dan reaksi lainnya dalam kondisi tertentu, sehingga menjadi bahan penting dalam pembuatan senyawa heterosiklik atau senyawa dengan struktur kompleks. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku dalam proses sintesis senyawa farmakologis, bahan kimia industri, dan penelitian material.
Karena memiliki dua atom brom pada posisi 2 dan 3 pada rantai propionil, senyawa ini memiliki sifat reaktivitas tinggi dan kemampuan untuk berpartisipasi dalam berbagai jenis reaksi kimia, seperti reaksi nucleofilik atau elektrofilik. Kehadiran klorida pada ujung rantai juga memperkaya kemungkinan reaksi substitusi. Sifat kimia ini membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk para peneliti yang membutuhkan bahan baku yang fleksibel dan dapat diubah menjadi berbagai produk kimia.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam berbagai bidang seperti farmasi, kimia organik, dan penelitian material. Karena sifatnya yang reaktif, senyawa ini sering ditemukan dalam laboratorium yang fokus pada sintesis senyawa baru atau modifikasi senyawa yang sudah ada. Ketersediaannya dalam bentuk kemasan kecil seperti 5g dan 25g memudahkan penggunaan dalam skala kecil hingga menengah.
- Sintesis senyawa heterosiklik dengan reaktivitas tinggi
- Pembuatan bahan kimia industri yang memerlukan substitusi brom
- Pengembangan senyawa farmakologis dengan struktur kompleks
- Reaksi kimia organik untuk modifikasi rantai karbon
- Penelitian material dengan struktur kimia spesifik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 18791-02-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan sinar matahari langsung dan sumber panas. Karena bersifat reaktif, wadah harus terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau gelas. Dalam penggunaan, pastikan area kerja memiliki ventilasi yang baik dan gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta jangan menghirup uapnya.
—
