4,4'-Dihydroxyazobenzene adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai aplikasi seperti pembuatan pigmen, senyawa organik, serta dalam penelitian kimia organik. Karena struktur kimianya yang unik, senyawa ini memiliki potensi dalam reaksi kondensasi dan substitusi. Dalam laboratorium, bahan ini digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa lain yang memiliki struktur azo.
4,4'-Dihydroxyazobenzene memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat sensitif terhadap cahaya dan oksidasi. Sifat ini membuatnya harus ditangani dengan hati-hati, terutama dalam penyimpanan dan penggunaan. Karena memiliki dua grup hidroksil, senyawa ini juga bisa bereaksi dengan berbagai reagen kimia, menjadikannya bahan yang sangat fleksibel dalam berbagai reaksi kimia.
Di laboratorium Indonesia, 4,4'-Dihydroxyazobenzene sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam sintesis senyawa azo dan pigmen. Bahan ini juga menjadi bagian dari program penelitian yang fokus pada pengembangan senyawa baru dengan aplikasi industri dan farmasi. Karena keberagaman aplikasinya, senyawa ini menjadi pilihan yang relevan bagi para peneliti dan ilmuwan di Indonesia.
- Pengembangan pigmen baru untuk industri tekstil dan kosmetik karena struktur azo yang unik
- Sintesis senyawa organik kompleks dalam penelitian kimia murni dan terapan
- Pembuatan senyawa intermediet dalam proses produksi obat dan bahan kimia farmasi
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa azo dalam berbagai kondisi kimia
- Pemrosesan bahan baku untuk aplikasi dalam bidang material dan teknologi baru
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2050-16-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat, berwarna cokelat kekuningan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
4,4'-Dihydroxyazobenzene harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya matahari langsung dan sumber panas. Penyimpanan dalam lingkungan kering dan sejuk sangat dianjurkan untuk menjaga stabilitas senyawa. Bahan ini bersifat sensitif terhadap oksidasi, sehingga harus ditangani dengan sarung tangan dan masker. Selain itu, penggunaan bahan ini harus dilakukan di area laboratorium yang terkontrol, dengan ventilasi yang memadai untuk mencegah paparan berlebihan.
- Jang dkk. (1999). Binding of uranyl ion by 2,2?-dihydroxyazobenzene attached to a partially chloromethylated polystyrene. Journal of Polymer Science Part A: Polymer Chemistry doi:10.1002/(sici)1099-0518(19990815)37:16<3169::aid-pola14>3.0.co;2-l
- Jang dkk. (1999). Binding of uranyl ion by 2,2′‐dihydroxyazobenzene attached to a partially chloromethylated polystyrene. Journal of Polymer Science Part A: Polymer Chemistry doi:10.1002/(sici)1099-0518(19990815)37:16<3169::aid-pola14>3.3.co;2-c
- Soldatenko dkk. (2019). Pentacoordinate silicon compounds based on 2,2′-dihydroxyazobenzene ligand. Journal of Organometallic Chemistry doi:10.1016/j.jorganchem.2019.120997
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
